UB Siapkan Jalur Afirmasi bagi Putra NTB, Regenerasi Petani Jadi Prioritas
- 20 Jul 2026 14:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Universitas Brawijaya (UB) Malang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram, dan SMK Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Mataram untuk memperkuat pendidikan pertanian sekaligus membuka peluang lebih besar bagi lulusan NTB melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Rencana tersebut dibahas dalam kegiatan pertemuan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) pertanian se NTB di SMK PP Mataram, pada Senin 20 Juli 2026. Kegiatan itu menghadirkan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc.
Prof. Widodo mengatakan, kerja sama ini dilatarbelakangi tantangan regenerasi petani di Indonesia. Menurutnya, jumlah tenaga kerja muda di sektor pertanian saat ini masih sangat rendah, sementara kebutuhan pangan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
"Kalau tenaga kerja pertanian terus berkurang sementara jumlah penduduk meningkat, maka kita harus mempersiapkan generasi muda agar tertarik masuk ke sektor pertanian. Pertanian harus menjadi bidang yang menjanjikan dari sisi ekonomi sekaligus didukung teknologi modern," ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan pertanian harus bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, citra pertanian sebagai pekerjaan konvensional harus diubah agar lebih diminati generasi muda.
Selain membangun kolaborasi pendidikan, UB juga ingin memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia Timur, khususnya NTB. Salah satu skema yang sedang dibahas yakni kerja sama dengan Universitas Mataram melalui program joint degree, double degree, hingga afirmasi penerimaan mahasiswa.
"Kami ingin semakin banyak putra-putri NTB belajar di Universitas Brawijaya, baik jenjang S1, S2, maupun S3. Ke depan akan dibahas kemungkinan adanya afirmasi atau akselerasi khusus bagi siswa-siswa dari NTB," kata Widodo.
Menurutnya, peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi menjadi pekerjaan bersama karena jumlah masyarakat Indonesia yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terutama jenjang magister dan doktor, masih tertinggal dibanding sejumlah negara di ASEAN.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menilai kehadiran Universitas Brawijaya menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian di NTB yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
"Ini menjadi angin segar bagi NTB. Harapan kami, generasi muda yang menekuni pertanian tidak hanya menjadi petani konvensional, tetapi menjadi petani milenial yang menguasai teknologi," katanya.
Mirza menambahkan, minat masyarakat terhadap pendidikan pertanian di SMK Pertanian Pembangunan Mataram maupun SMK-PP Bima masih cukup tinggi. Tantangan berikutnya adalah mendorong lulusan agar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga mampu mendukung transformasi pertanian modern.
"Kita tidak boleh tertinggal. Negara-negara lain sudah lebih dulu menerapkan teknologi di sektor pertanian. Karena itu SDM pertanian NTB juga harus mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala SMK Pertanian Pembangunan Mataram, Sugiarta, berharap kerja sama tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk jalur afirmasi atau penerimaan khusus bagi lulusan SMK pertanian di NTB.
Menurutnya, sekolah selama ini telah memiliki berbagai kompetensi keahlian, mulai dari agribisnis tanaman pangan, hortikultura, pembibitan tanaman, pengolahan hasil pertanian hingga budidaya perikanan air tawar yang relevan dengan program studi di Universitas Brawijaya.
"Kami berharap ke depan ada jalur khusus, terutama melalui jalur prestasi, sehingga semakin banyak lulusan SMK pertanian NTB yang dapat melanjutkan pendidikan ke Universitas Brawijaya," kata Sugiarta.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi bagi pelajar NTB, tetapi juga mempercepat lahirnya sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap teknologi dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....