Budaya Literasi Keluarga Tentukan Keberhasilan Belajar Siswa

  • 28 Jan 2026 21:15 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Kemampuan literasi siswa tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran di sekolah. Lingkungan keluarga justru menjadi ruang awal tumbuhnya kebiasaan membaca dan belajar.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB, Katman, S.Pd., M.A., menilai peran orang tua sangat menentukan dalam membangun budaya literasi anak. Ia melihat kebiasaan sederhana di rumah dapat memberi dampak besar terhadap motivasi belajar.

Menurutnya, anak yang terbiasa melihat orang tua membaca akan lebih mudah meniru kebiasaan tersebut. Pola ini terbentuk secara alami tanpa harus dipaksa.

Ia menjelaskan bahwa literasi bukan hanya kemampuan teknis membaca. Literasi juga berkaitan dengan kemampuan memahami informasi dan berpikir kritis.

“Rumah adalah tempat pertama anak belajar mengenal dunia, sehingga suasana belajarnya harus dibangun sejak dini,” jelasnya, Rabu 28 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa banyak orang tua belum menyadari besarnya pengaruh kebiasaan kecil di rumah. Padahal interaksi harian sangat membentuk pola belajar anak.

Sekolah, lanjutnya, memang memiliki tanggung jawab akademik utama. Namun penguatan dari keluarga membuat hasil pembelajaran menjadi lebih kuat dan bertahan lama.

Katman menyebut komunikasi antara guru dan orang tua perlu terus diperkuat. Kesamaan pemahaman akan membantu pembinaan anak berjalan searah.

“Kalau orang tua tahu apa yang dipelajari anak di sekolah, mereka bisa memberi dukungan yang lebih tepat di rumah,” katanya.

Ia menilai keterlibatan orang tua tidak harus selalu dalam bentuk bantuan materi pelajaran. Kehadiran dan perhatian saat anak belajar sudah menjadi dukungan besar.

Program literasi berbasis keluarga, menurutnya, bisa menjadi langkah strategis. Pendekatan ini menyentuh langsung lingkungan terdekat anak.

Katman melihat perubahan budaya memang membutuhkan waktu. Namun kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberi hasil jangka panjang.

“Yang penting bukan seberapa cepat hasilnya terlihat, tetapi bagaimana kebiasaan baik itu terus dijaga,” tuturnya.

Ia berharap budaya literasi keluarga di NTB terus tumbuh. Dengan fondasi rumah yang kuat, kemampuan belajar siswa diyakini akan meningkat secara signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....