Guru Besar Unram Dorong Edukasi Hukum Lewat Medsos
- 22 Jan 2026 20:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum., Guru Besar Hukum Bisnis sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Mataram (Unram), menilai peningkatan literasi hukum masyarakat kini harus menyesuaikan pola komunikasi publik yang semakin cepat. Ia menyebut media sosial (medsos) sebagai jalur yang paling relevan dengan kebutuhan informasi saat ini.
“Media sosial itu membuat edukasi hukum bisa menjangkau siapa pun dengan cepat. Platform digital memberi ruang yang sangat mudah diakses masyarakat,” jelasnya, Kamis 22 Januari 2026.
Menurut Ketua Prodi Doktor Ilmu Hukum Unram tersebut, pola pengabdian masyarakat yang berlangsung secara berkala tidak mampu menutupi kebutuhan informasi hukum yang muncul setiap hari. Ia menilai publik memerlukan penjelasan yang hadir secara rutin tanpa harus menunggu agenda formal kampus.
“Kegiatan pengabdian biasanya enam bulan atau setahun sekali, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan edukasi harian masyarakat. Karena itu, platform digital menjadi solusi yang paling realistis,” ungkapnya.
Sebagai akademisi yang telah mengajar dalam waktu yang tidak singkat, Prof Kurniawan menilai video pendek menjadi sarana yang paling mudah diterima generasi muda. Ia menyampaikan bahwa format ringkas memungkinkan materi hukum dipahami tanpa membuat audiens merasa terbebani.
“Anak-anak muda lebih menyukai informasi yang langsung pada pokoknya. Video pendek memungkinkan pesan hukum tersampaikan tanpa membuat mereka merasa bosan,” sebutnya.
Pengalaman panjangnya sebagai pengabdi masyarakat membuat Prof Kurniawan memahami pentingnya ruang interaksi dua arah. Ia menilai kolom komentar justru menjadi tempat dialog terbuka yang mampu memperdalam pemahaman publik.
“Kolom komentar itu menjadi ruang diskusi yang sangat aktif. Banyak masyarakat yang menanyakan detail aturan hukum dengan antusias,” tuturnya.
Sebagai figur yang aktif di berbagai platform digital, ia mengungkapkan bahwa beberapa konten edukatifnya bahkan menembus jutaan penayangan. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan betapa besar minat masyarakat terhadap edukasi hukum yang disampaikan dengan cara sederhana.
“Video saya pernah mencapai empat koma sembilan juta penonton, dan itu menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap isu hukum. Respons publik membuktikan bahwa edukasi hukum memiliki ruang yang sangat luas,” terangnya.
Mantan Wakil Rektor Unram itu menilai bahwa respons cepat terhadap isu hukum yang sedang dibicarakan publik sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak salah memahami aturan. Ia menekankan pentingnya langkah edukatif yang hadir tepat waktu ketika sebuah isu sedang ramai.
“Ketika ada isu yang sedang viral, saya langsung menjelaskan dasar hukumnya supaya masyarakat tidak tersesat oleh informasi yang belum jelas. Langkah ini penting agar masyarakat memahami aturan secara benar,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....