Kemendikdasmen Dorong Digitalisasi Sekolah lewat Interactive Flat Panel

  • 30 Mei 2026 11:01 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lampung – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat transformasi digital pendidikan di Indonesia melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran interaktif, efektif, dan menyenangkan di satuan pendidikan. Implementasi teknologi ini mulai dirasakan dampaknya di berbagai sekolah, salah satunya SMAN 13 Kota Lampung.

Penggunaan IFP menghadirkan perubahan signifikan dalam proses belajar-mengajar dibandingkan perangkat proyektor konvensional. Perangkat ini memungkinkan guru mengakses materi secara langsung, menampilkan berbagai media secara simultan, serta mengintegrasikan pembelajaran digital dalam satu sistem yang lebih praktis dan efisien.

Guru Kimia SMAN 14 Bandar Lampung, Romiyati, menilai kehadiran IFP membuat proses pembelajaran menjadi lebih variatif dan interaktif di dalam kelas.

“Dengan menggunakan IFP, metode pembelajaran menjadi lebih beragam. Guru bisa menulis di papan tulis digital, memutar video edukasi secara bersamaan, hingga membuka Power Point (PPT) dalam satu waktu,” ungkapnya, dalam keterangan rilis, Selasa 26 Mei 2026.

Selain perangkat teknologi, integrasi pembelajaran juga diperkuat melalui pemanfaatan akun belajar.id yang menyediakan layanan penyimpanan berbasis cloud serta akses ke berbagai platform pendidikan digital seperti Rumah Pendidikan yang mencakup ruang guru, ruang murid, dan materi pembelajaran interaktif gratis.

Dampak positif penggunaan IFP juga dirasakan langsung oleh peserta didik. Naysiffa Aiera Yustika Putri, siswa kelas XI SMAN 14 Bandar Lampung, menyebut pembelajaran berbasis visual dan gim edukasi membuat suasana kelas lebih menarik dan tidak membosankan.

“Dengan adanya gim di IFP, pembelajaran menjadi lebih efektif, menarik, dan menyenangkan. Jadi, tidak membosankan,” katanya.

Pihak sekolah berharap distribusi IFP dapat diperluas secara merata ke seluruh jenjang kelas serta dibarengi dengan pelatihan pembuatan konten edukasi agar guru dapat mengoptimalkan penggunaan perangkat tersebut, termasuk dalam kondisi tanpa koneksi internet melalui materi yang telah disiapkan sebelumnya.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pendidikan seperti IFP merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan nasional menuju daya saing global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....