Literasi Digital Siswa Diperkuat Lewat Jurnalistik Madrasah

  • 22 Jan 2026 10:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Perkembangan teknologi digital mendorong lembaga pendidikan untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Di tengah arus informasi yang semakin cepat, penguasaan literasi digital dinilai menjadi kebutuhan mendasar bagi peserta didik.

Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Mataram, H. Muhammad Salahuddin, S.Pd., M.Pd., melihat potensi besar siswa dalam bidang kreatif digital, khususnya jurnalistik dan dokumentasi kegiatan. Potensi tersebut kemudian diarahkan menjadi bagian dari strategi pembelajaran berbasis praktik.

Menurutnya, siswa tidak cukup hanya menjadi penonton dalam setiap kegiatan madrasah. Mereka perlu dilibatkan secara aktif agar mampu mengasah keterampilan sekaligus rasa tanggung jawab.

“Saya mengharapkan ke depan bukan lagi bapak ibu guru yang pegang kamera. Yang pegang kamera itu anak-anak,” ujarnya, Kamis 22 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pembentukan tim jurnalistik siswa dimaksudkan agar peserta didik terlibat langsung dalam proses dokumentasi dan publikasi kegiatan madrasah. Mulai dari pengambilan gambar, penulisan sederhana, hingga pengelolaan konten diarahkan menjadi ruang belajar nyata.

Dalam pelaksanaannya, siswa tetap mendapatkan pendampingan dari guru dan tim IT madrasah. Pendampingan ini difokuskan pada aspek teknis dan etika penggunaan media digital.

“Kalau soal editing dan teknis lanjutan, itu nanti bisa dibantu oleh tim IT atau senior. Tetapi pengambilan dokumentasi kita percayakan kepada anak-anak,” katanya.

Ia menilai pendekatan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa. Ketika diberi ruang dan kepercayaan, peserta didik akan lebih berani mengekspresikan ide serta mengembangkan bakatnya.

Program jurnalistik siswa juga dipandang selaras dengan kebutuhan zaman. Literasi digital tidak hanya soal kemampuan menggunakan perangkat, tetapi juga memahami tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.

Menurutnya, madrasah memiliki peran penting dalam membentuk etika bermedia sejak dini. Melalui praktik langsung, siswa dapat belajar membedakan informasi yang layak dipublikasikan dan yang tidak.

“Kita ingin anak-anak paham bahwa setiap konten itu ada tanggung jawabnya. Bukan hanya soal bagus gambarnya, tapi juga manfaat dan dampaknya,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan seluruh warga madrasah. Guru, pembina, dan siswa harus berjalan searah agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

“Tidak ada artinya fasilitas dan potensi anak-anak kalau tidak saling mendukung. Ini kepentingan lembaga dan masa depan mereka,” ucapnya.

Melalui penguatan jurnalistik siswa, MTsN 1 Mataram berharap mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan bertanggung jawab di ruang digital.

Program ini sekaligus menjadi upaya madrasah menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan era informasi dengan sikap kritis dan beretika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....