Internasionalisasi Kampus Perkuat Reputasi Akademik UIN Mataram

  • 21 Jan 2026 20:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terus mendorong internasionalisasi kampus sebagai bagian dari strategi penguatan mutu akademik. Arah kebijakan ini ditempatkan sebagai upaya memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, dan pengalaman akademik sivitas akademika kampus.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., memandang internasionalisasi sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu keluar dari ruang lokal agar tetap relevan dengan perkembangan pendidikan tinggi dunia.

“Sekarang ini perguruan tinggi tidak bisa lagi hanya bergerak di level lokal. Kita harus mulai membangun jejaring internasional supaya kualitas akademik kita bisa terus meningkat dan diakui secara lebih luas,” jelasnya, Rabu 21 januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa UIN Mataram telah menjalankan berbagai program internasional secara bertahap dan terukur. Program tersebut mencakup pertukaran mahasiswa, kerja sama akademik, serta kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri.

Prof. Masnun juga menyebut mahasiswa UIN Mataram telah mengikuti program student mobility di University of New England (UNE). Program ini memberi pengalaman akademik langsung di lingkungan pendidikan internasional.

“Mahasiswa kita sudah mengikuti program student mobility. Ini menjadi pengalaman penting karena mereka belajar langsung di luar negeri dan berinteraksi dengan sistem pendidikan yang berbeda,” ungkapnya.

Selain pertukaran pelajar, UIN Mataram juga mengembangkan program Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) internasional. Skema ini dirancang agar mahasiswa memiliki pengalaman praktik lapangan di luar negeri sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.

Prof. Masnun menilai KKP internasional memberi dampak signifikan bagi pengembangan kapasitas mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi lintas budaya.

“KKP internasional kami dorong agar mahasiswa tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman global dan kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin terbuka,” ujarnya.

Dari sisi dosen, internasionalisasi diwujudkan melalui keterlibatan dalam riset dan pengabdian internasional. Sejumlah dosen UIN Mataram telah terlibat dalam program pengabdian masyarakat di luar negeri.

Prof. Masnun menyebut keterlibatan tersebut memperluas jejaring akademik dosen sekaligus meningkatkan reputasi institusi. Aktivitas internasional dosen menjadi bagian penting dari penguatan posisi UIN Mataram.

“Dosen-dosen kita juga sudah terlibat dalam pengabdian internasional. Ini menunjukkan bahwa UIN Mataram tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mulai berkiprah di tingkat global,” katanya.

UIN Mataram mulai menerima mahasiswa internasional, saat ini yang banyak mendaftar dari kawasan Afrika. Kehadiran mahasiswa asing ini menjadi indikator awal berkembangnya internasionalisasi kampus.

Prof. Masnun menuturkan bahwa penerimaan mahasiswa internasional masih terus dikembangkan secara bertahap. Kampus berupaya menyiapkan sistem akademik dan layanan pendukung agar mahasiswa asing dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.

“Mahasiswa dari Afrika sudah mulai mendaftar ke UIN Mataram. Ini akan terus kita kembangkan, tentu dengan menyiapkan sistem akademik dan layanan yang mendukung,” ucapnya.

Selain itu, UIN Mataram juga mendorong program double degree sebagai bagian dari kerja sama internasional. Program ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan lintas kampus dan memperoleh pengakuan akademik ganda.

Ia menilai seluruh program internasional tersebut berdampak langsung pada reputasi institusi. Aktivitas internasional membuat UIN Mataram mulai dikenal dan diperbincangkan dalam jejaring akademik global.

“Sekarang ini UIN Mataram sudah mulai dikenal dan dibicarakan di luar, dan itu tentu menjadi nilai tambah bagi institusi,” katanya.

Prof. Masnun menegaskan bahwa internasionalisasi tetap dijalankan tanpa meninggalkan identitas UIN sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam. Nilai-nilai keislaman tetap menjadi fondasi dalam setiap kerja sama global yang dibangun.

Dengan pendekatan bertahap dan berbasis kualitas, UIN Mataram optimistis internasionalisasi kampus dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Strategi ini diharapkan memperkuat posisi UIN Mataram dalam peta pendidikan tinggi nasional dan internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....