UIN Mataram Luncurkan TPST sebagai Solusi Persoalan Sampah di Lingkungan Kampus

  • 18 Jun 2026 15:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Di tengah meningkatnya persoalan sampah yang menjadi tantangan berbagai daerah di Indonesia, UIN Mataram mengambil langkah konkret dengan meluncurkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di lingkungan kampus, pada Kamis 18 Juni 2026. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pengelolaan sampah sekaligus sarana edukasi bagi sivitas akademika dan masyarakat sekitar tentang pentingnya pengurangan serta pemanfaatan kembali sampah.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan keberadaan TPST bukan sekadar pemenuhan kebutuhan internal kampus, melainkan bagian dari upaya menjawab persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Menurutnya, persoalan sampah saat ini telah berkembang menjadi isu serius yang tidak hanya dihadapi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi tantangan nasional. Karena itu, perguruan tinggi perlu mengambil peran aktif melalui langkah-langkah nyata yang dapat diterapkan secara langsung.

"Sampah ini bukan hanya persoalan UIN Mataram. Ini persoalan provinsi, bahkan persoalan nasional. Di mana-mana, pengelolaan sampah menjadi isu yang sangat krusial. Karena itu kami memulai dari lingkungan kampus terlebih dahulu," jelasnya.

Prof. Masnun menjelaskan, TPST yang dibangun akan difokuskan untuk mengolah sampah domestik yang dihasilkan di lingkungan kampus. Pengelolaan dilakukan secara bertahap dengan pemilahan sampah organik dan nonorganik sebelum diarahkan pada proses daur ulang dan pemanfaatan kembali.

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi konsep zero waste yang selama ini banyak dibicarakan dalam berbagai forum akademik dan lingkungan.

"Ini bukan hanya konsepsi teoritis. Kami ingin bagaimana konsep menjaga lingkungan itu benar-benar terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Kampus harus menjadi contoh bagaimana pengelolaan sampah dilakukan secara baik," terangnya.

Sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan perkotaan, Prof. Masnun menilai pengelolaan sampah menjadi kebutuhan mendesak. Jika tidak dikelola dengan baik, persoalan sampah dapat berdampak pada kualitas lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.

Karena itu, keberadaan TPST diharapkan menjadi titik awal pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di masa mendatang.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Kepala RRI Mataram, Nenny Afrantiny. Menurutnya, langkah yang dilakukan UIN Mataram patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam menghadapi persoalan lingkungan melalui tindakan nyata.

Nenny menilai pengelolaan sampah saat ini tidak lagi menjadi isu lokal, melainkan telah menjadi persoalan global yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Sampah merupakan masalah dunia. Setiap orang menghasilkan sampah setiap hari. Kalau tidak ada upaya pengelolaan yang baik, maka persoalan ini akan terus bertambah besar," ujarnya.

Ia menambahkan, program TPST yang dijalankan UIN Mataram layak disosialisasikan secara luas karena dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari lingkungan terkecil.

"Yang dilakukan UIN ini sangat baik untuk dipublikasikan. Kampus tidak hanya berbicara soal teori, tetapi juga menunjukkan praktik nyata

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....