Hari Kelima Evakuasi, Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 750 Orang

  • 30 Agt 2026 15:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet terus bertambah. Hingga Minggu 30 Agustus 2026 siang, sedikitnya 734 orang tewas di Nepal dan 16 orang di Tibet, serta lebih dari 3.000 orang dinyatakan hilang.

Mengutip BBC, otoritas Nepal mencatat 734 jenazah telah ditemukan, meningkat dari 675 korban yang dilaporkan sehari sebelumnya. Kepolisian Nepal juga mencatat 2.498 orang masih hilang, 8.186 orang telah diselamatkan dan 242 orang mengalami luka-luka.

Di Tibet, media pemerintah Cina melaporkan jumlah korban tewas meningkat menjadi 16 orang. Otoritas Cina juga mencatat 546 orang hilang, termasuk 261 warga negara asing.

Operasi pencarian masih menghadapi medan pegunungan yang sulit dan cuaca buruk. Hujan yang terus turun membuat upaya menjangkau sejumlah wilayah terdampak menjadi semakin sulit.

Tim penyelamat Nepal bahkan bekerja sepanjang malam pada Sabtu untuk menjangkau para pekerja yang masih terperangkap. Di sisi lain, badan penanggulangan bencana Nepal menerima laporan kenaikan permukaan air di sekitar Sungai Bhote Koshi, salah satu dari dua sungai yang dilalui aliran material longsoran pada Rabu lalu.

Otoritas meminta warga yang tinggal di sekitar sungai tersebut tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan debit air. Kondisi ini menjadi perhatian karena wilayah terdampak masih menghadapi ancaman banjir susulan.

Bantuan kemanusiaan mulai berdatangan, termasuk dukungan dari India dan Cina. Namun, medan yang sulit dan hujan membuat distribusi bantuan ke lokasi terdampak tidak mudah dilakukan.

Koordinator Residen PBB di Nepal, Lila Pieters Yahia, mengatakan pemerintah Nepal mulai mengandalkan helikopter untuk mengirimkan bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau. Penggunaan drone untuk mendistribusikan bantuan secara lebih efektif juga tengah dibahas pemerintah.

“But it's difficult to bring it to reach the people because the access is extremely difficult,” kata Yahia, seperti dikutip BBC.

Menurut Yahia, kondisi cuaca turut memperumit operasi kemanusiaan yang sedang berlangsung. “The weather is not helping us,” ujarnya.

Hingga kini, sebanyak 19.895 personel dari unsur keamanan telah dikerahkan dalam operasi penanganan bencana. Tim gabungan masih berupaya mencari korban hilang sekaligus mengevakuasi warga dari wilayah yang berpotensi kembali terdampak banjir.

Dengan terus bertambahnya jumlah korban dan masih ribuan orang belum ditemukan, operasi pencarian di kawasan Nepal-Tibet diperkirakan masih akan berlangsung. Otoritas setempat juga meminta masyarakat tetap mengikuti peringatan keselamatan karena hujan dan kondisi sungai masih berpotensi memicu bencana susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....