Banjir Bandang di Nepal-Tibet Tewaskan 95 Orang, 384 Wisatawan Hilang

  • 27 Agt 2026 08:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Sedikitnya 95 orang meninggal dunia setelah banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, Rabu 26 Agustus 2026. Bencana tersebut juga menyebabkan ratusan orang hilang dan memutus sejumlah akses penting di kawasan Himalaya.

Mengutip The Guardian, sampai saat ini 384 orang wisatawan belum ditemukan. Sebanyak 291 orang di antaranya berasal dari India, Amerika Serikat, Inggris, dan Malaysia.

Dewan Pariwisata Nepal memperkirakan sebagian besar wisatawan tersebut merupakan warga India dan diaspora India. Mereka diduga sedang menuju Gunung Kailash di Tibet untuk melakukan perjalanan ziarah.

Air bah membawa lumpur dan material batu dalam jumlah besar. Arus deras secara mendadak menyapu rumah, kendaraan, jalan, jembatan, dan sejumlah pembangkit listrik sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat atau sekitar pukul 11.15 Wita.

Banjir menerjang Sungai Lhende Khola, anak Sungai Bhote Koshi. Aliran sungai tersebut berada di kawasan perbatasan Nepal dan China.

Dikabarkan bahwa banjir disebabkan oleh longsoran es dan batu dari gletser. Material longsoran memicu kenaikan debit sungai secara tiba-tiba.

Kondisi di bagian hulu sungai masih menjadi perhatian. Penyumbatan aliran dapat meningkatkan risiko banjir susulan.

Otoritas Nepal mengeluarkan peringatan bagi warga di sekitar Sungai Bhote Koshi, Trishuli, dan Narayani. Warga diminta menjauh dari bantaran sungai dan menuju tempat yang lebih tinggi.

Administrator Distrik Rasuwa Narendra Pariyar mengatakan dampak bencana masih sulit dipastikan. “Ada kemungkinan korban jiwa dan kerusakan properti yang besar,” kata Pariyar, seperti dikutip The Guardian.

Tim penyelamat terus melakukan pencarian di sejumlah lokasi. Medan pegunungan dan tingginya debit sungai menghambat proses evakuasi.

Helikopter belum dapat mendarat di Syapru Besi dan Timure, Distrik Rasuwa. Petugas masih menunggu kondisi sungai lebih aman untuk melakukan evakuasi melalui udara.

Petugas kesehatan di Rasuwa, Tula Bahadur BK, menyebut kerusakan terjadi di sejumlah permukiman. “Ada kehancuran di mana-mana yang kami lihat. Permukiman di dekat sungai telah tersapu seluruhnya,” ujarnya kepada Reuters.

BK mengatakan lima kerabatnya masih hilang akibat banjir. Ia juga menggambarkan kondisi permukiman di sekitar sungai yang tersapu arus.

Kerusakan juga berdampak pada infrastruktur energi Nepal. Kementerian Energi Nepal menyebut sejumlah pembangkit listrik tenaga air rusak akibat banjir.

Polisi dan militer Nepal dikerahkan untuk membantu pencarian serta evakuasi. Pemerintah juga memindahkan warga dari kawasan rendah ke lokasi yang lebih aman.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah meminta warga di sepanjang sungai meningkatkan kewaspadaan. “Orang-orang yang tinggal di sepanjang sungai disarankan untuk lebih berhati-hati dan tetap waspada,” kata Shah.

Dampak banjir juga terasa hingga Tibet. Kantor berita Xinhua melaporkan sejumlah jalan, jaringan komunikasi, dan sambungan listrik menuju wilayah Shigatse terputus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....