42 Orang Tewas Diserang Peternak Bersenjata di Nigeria

  • 30 Mei 2025 15:33 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Sebanyak 42 orang dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan bersenjata di empat komunitas wilayah Benue, Nigeria tengah, Selasa (27/5/2025). Serangan ini terjadi selama akhir pekan dan disebut dilakukan oleh kelompok penggembala nomaden bersenjata Fulani.

Kepala Pemerintah Daerah Gwer Barat, Victor Omnin, mengatakan 10 orang dibunuh pada Sabtu di desa Tyolaha dan Tse-Ubiam. Sehari setelahnya, 32 korban lainnya tewas dalam serangan di desa Ahume dan Aondona.

“Situasinya sangat memilukan. Hingga kini kami masih menemukan jenazah,” kata Omnin dilansir dari The Guardian, Jumat (30/5/2025).

Seorang pastor Katolik juga dilaporkan terluka parah akibat tembakan dan kini dalam kondisi kritis namun stabil. Kantor Gubernur Benue, Hyacinth Alia, yang juga seorang pastor, membenarkan informasi itu.

Saksi mata mengatakan korban mencakup perempuan dan anak-anak berusia dua tahun. Kekerasan ini menjadi bagian dari konflik panjang antara penggembala dan petani lokal.

Konflik dipicu oleh sapi-sapi penggembala yang merusak lahan pertanian warga, memicu balasan dari kelompok tani bersenjata. Warga juga menuding ada motif perebutan tanah dan pembersihan etnis di balik serangan.

Menurut basis data konflik Nextier, lebih dari 2.300 orang tewas dalam 359 insiden terkait konflik petani dan penggembala sejak 2020. Namun banyak kejadian disebut tak tercatat secara resmi.

Benue yang dikenal sebagai "Lumbung Pangan Nigeria" kini kehilangan fungsi agrarisnya akibat kekerasan. Aktivitas bertani terganggu karena warga terus hidup dalam ketakutan.

Pemerintah Benue sudah mengesahkan larangan penggembalaan terbuka sejak 2017. Namun hingga kini, warga mengaku aturan itu belum dijalankan secara efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....