20 Ribu Personel Dikerahkan Tangani Banjir Bandang Nepal-Tibet

  • 30 Agt 2026 15:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Hampir 20 ribu personel dikerahkan untuk menangani dampak banjir bandang dan longsor yang menerjang perbatasan Nepal-Tibet hingga hari kelima pascabencana, Minggu 30 Agustus 2026. Pengerahan personel dilakukan usai upaya penyelamatan menghadapi cuaca buruk serta medan yang sulit.

Kepolisian Nepal mencatat sebanyak 19.895 personel telah diterjunkan dalam operasi penanganan bencana. Mereka terlibat dalam pencarian dan penyelamatan korban, evakuasi warga, hingga pengamanan wilayah yang masih berpotensi terdampak banjir susulan.

Mengutip BBC, operasi tersebut berlangsung ketika jumlah korban tewas telah mencapai 750 orang. Sekitar 3.000 orang masih dilaporkan hilang, sementara 8.186 orang berhasil diselamatkan dan 242 orang mengalami luka-luka.

Personel penyelamat juga menghadapi tantangan berat untuk menjangkau sejumlah lokasi terdampak. Hujan, medan pegunungan dan kerusakan akses membuat proses pencarian serta distribusi bantuan harus dilakukan dengan menggunakan berbagai sarana, termasuk helikopter.

Koordinator Residen PBB di Nepal, Lila Pieters Yahia, mengatakan pemerintah mulai mengandalkan helikopter untuk mengangkut bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau. Penggunaan drone juga tengah dipertimbangkan untuk membantu distribusi bantuan.

“But it's difficult to bring it to reach the people because the access is extremely difficult,” kata Yahia, dikutip BBC.

Selain pencarian korban, tim di lapangan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Badan penanggulangan bencana Nepal menerima laporan kenaikan permukaan air di sekitar Sungai Bhote Koshi dan meminta masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai tetap waspada.

Pengerahan hampir 20 ribu personel menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan bencana yang telah menewaskan ratusan orang tersebut. Operasi penyelamatan masih terus dilakukan untuk menemukan ribuan warga yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....