Pemkab KLU Dorong Sate Tanjung Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
- 07 Jul 2026 15:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Festival Sate Tanjung yang menjadi pembuka peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Utara (KLU) ke-18 tidak hanya diarahkan sebagai perayaan budaya, tetapi juga diproyeksikan menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Tanjung, Rabu 2 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memperkenalkan konsep Bulan Kebudayaan Daerah 2026 dengan tagline "Setusuk Sate, Sejuta Rasa" sebagai upaya menggabungkan pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif.
Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., mengatakan pemerintah daerah ingin menjadikan Sate Tanjung sebagai produk unggulan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang tengah didorong adalah mengupayakan agar Sate Tanjung dapat menjadi bagian dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.
Menurut Najmul, apabila kuliner khas tersebut dapat masuk dalam rantai penyediaan program nasional, maka peluang usaha bagi para perajin sate, nelayan, hingga pelaku UMKM lokal akan semakin terbuka.
"Kami berharap Sate Tanjung dapat menjadi salah satu menu dalam Program Makan Bergizi Gratis sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para pelaku usaha lokal," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga berharap dapur-dapur penyedia makanan dalam berbagai program sosial maupun kegiatan pemerintahan dapat memanfaatkan Sate Tanjung sebagai salah satu sajian unggulan.
Selain memperluas pasar, langkah tersebut dinilai mampu menjaga keberlangsungan usaha para pembuat sate yang selama ini menjadi bagian dari ekonomi masyarakat pesisir Lombok Utara.
Kepala Dinas Dikbudpora Lombok Utara, M. Najib, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Bulan Kebudayaan Daerah tahun ini juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan UMKM melalui berbagai event budaya yang digelar di lima kecamatan.
Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi selama penyelenggaraan kegiatan sekaligus memperluas promosi produk lokal kepada wisatawan maupun masyarakat.
Ia menilai kekayaan budaya dan kuliner daerah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
Selama Bulan Kebudayaan Daerah 2026, pemerintah telah menyiapkan sejumlah agenda budaya yang tersebar di berbagai kecamatan, mulai dari Open Tournament Gasing, Lomba Karaoke Lagu Sasak Dayan Gunung, Perang Bintang Peresean, hingga pentas seni tradisional.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berharap sektor budaya, pariwisata, dan UMKM dapat saling terhubung sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Lombok Utara sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dan kuliner khas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....