Kapasitas Aparat Desa Jadi Sorotan dalam Program Desa Cantik 2026 di Lombok Utara

  • 29 Apr 2026 16:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Rendahnya kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan data desa menjadi salah satu tantangan yang masih dihadapi pemerintah desa di Kabupaten Lombok Utara. Kondisi tersebut mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memperluas program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026.

Tahun ini, tiga desa di Kecamatan Tanjung yakni Desa Samaguna, Desa Jenggala, dan Desa Medana resmi ditetapkan sebagai desa sasaran pembinaan statistik. Pencanangan dilakukan di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Senin 27 April 2026.

Program Desa Cantik dirancang untuk meningkatkan kemampuan aparat desa dalam memahami, mengelola, serta memanfaatkan data statistik untuk kepentingan pembangunan.

Kepala Bapprida Lombok Utara, Ir. Hermanto, menyampaikan bahwa meski berbagai sistem pendataan telah diterapkan, kemampuan aparatur desa dalam mengelola data masih belum optimal.

Menurutnya, banyak desa menghadapi tantangan berupa keterbatasan literasi data dan tingginya beban administrasi, sehingga kualitas data yang dihasilkan belum sepenuhnya mendukung pengambilan kebijakan.

“Desa memiliki banyak aplikasi pendataan, namun tidak semua perangkat desa memahami bagaimana mengelola dan memanfaatkan data tersebut untuk mendukung pembangunan,” katanya.

Hermanto menambahkan, melalui Desa Cantik, aparat desa diharapkan mampu memahami proses statistik mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan data.

Program ini juga menjadi sarana pembinaan agar desa dapat memiliki standar pengelolaan data yang lebih baik.

Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menyebut peningkatan kualitas SDM desa menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan.

Menurutnya, pembangunan berbasis data tidak akan berjalan maksimal jika desa belum memiliki kemampuan dalam menghasilkan data yang valid.

“BPS melakukan pembinaan agar aparat desa tidak hanya menjadi penginput data, tetapi juga mampu membaca dan memanfaatkan data untuk menentukan prioritas pembangunan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program Desa Cantik di Lombok Utara telah berjalan sejak 2021. Beberapa desa sebelumnya yang pernah mendapatkan pembinaan antara lain Desa Tanjung, Desa Rempek, Desa Sigar Penjalin, dan Desa Bentek.

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, mengatakan bahwa desa saat ini dihadapkan pada banyak sistem administrasi dan pelaporan yang membutuhkan kemampuan teknis lebih tinggi.

Karena itu, menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur desa harus menjadi perhatian agar pelayanan publik dan pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif.

“Tanpa kemampuan pengelolaan data yang baik, program pembangunan berpotensi tidak tepat sasaran. Maka desa harus mampu membangun sistem data yang kuat,” katanya.

Ia berharap melalui program Desa Cantik, aparat desa dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan data secara mandiri dan berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....