Dispar Fokus Perkuat SDM dan Tata Kelola Destinasi di Loteng

  • 22 Apr 2026 16:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Namun demikian, upaya penguatan masih terus dilakukan, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pelaku wisata agar lebih optimal dalam mempromosikan destinasi maupun produk lokal di sekitar kawasan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Muhamad Hatta, mengakui bahwa selama ini kelemahan tidak hanya terletak pada promosi objek wisata, tetapi juga pada produk-produk lokal yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“Sejauh ini kita masih lemah, bukan hanya dalam promosi objek wisata, tetapi juga produk yang dihasilkan di sekitar destinasi. Karena itu, pelatihan menjadi salah satu langkah untuk memaksimalkan potensi tersebut,” ujarnya Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, berbagai pelatihan telah dilakukan, termasuk melalui program langsung dari Kementerian Pariwisata yang menyasar pelaku wisata di daerah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Lombok Tengah.

Selain peningkatan SDM, Dinas Pariwisata Lombok Tengah juga tengah menyusun regulasi terkait tata kelola destinasi wisata dan desa wisata. Penyusunan aturan ini difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan atau hospitality bagi wisatawan.

Langkah tersebut menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Pemerintah daerah menilai, aspek kenyamanan, keamanan, serta pengalaman wisatawan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi.

Selama ini, sejumlah fasilitas wisata yang telah dibangun pemerintah dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pengelola di tingkat desa. Kondisi ini menjadi salah satu alasan utama perlunya penguatan regulasi, termasuk peningkatan kapasitas pengelola wisata di daerah.

Beberapa destinasi unggulan yang menjadi perhatian dalam penyusunan regulasi ini antara lain Air Terjun Benang Kelambu, Air Terjun Benang Stokel, Desa Wisata Sade, Desa Wisata Sukarara, hingga kawasan pantai seperti Kuta Mandalika, Pantai Selong Belanak, dan Pantai Tanjung Aan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap pariwisata Lombok Tengah tidak hanya berkembang dari sisi kunjungan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....