Pemkab Lombok Utara Targetkan Perbaikan Permanen Bendungan Empas Mulai Mei 2026
- 03 Apr 2026 19:47 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Kerusakan Bendungan Empas di Dusun Todo, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, yang terdampak cuaca ekstrem dan bencana sebelumnya, mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Upaya penanganan darurat kini difokuskan pada penguatan struktur bendungan guna mencegah dampak yang lebih luas, terutama terhadap sektor pertanian masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Utara, M. Zaldy Rahadian, memastikan langkah cepat telah dilakukan melalui pemasangan kawat bronjong sebagai solusi sementara di lokasi terdampak.
Menurut Zaldy, penggunaan bronjong dinilai efektif dalam kondisi darurat untuk menjaga stabilitas bendungan sekaligus menahan potensi kerusakan lanjutan.
“Penanganan ini bersifat darurat. Bronjong kita pasang untuk menahan kondisi agar tidak semakin parah. Yang terpenting saat ini adalah mengurangi risiko kerusakan lanjutan,” ujar Zaldy saat mendampingi peninjauan lapangan, Kamis 2 April 2026.
Ia menjelaskan, kerusakan Bendungan Empas merupakan dampak dari bencana yang terjadi pada tahun 2025 lalu. Sejak saat itu, pemerintah daerah terus memetakan langkah penanganan, termasuk menyiapkan perbaikan permanen.
BPBD, kata dia, telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait alokasi anggaran lanjutan. Perbaikan permanen bendungan tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada Mei 2026.
“Untuk jangka panjang, perbaikan permanen sudah direncanakan. Anggaran juga sudah dialokasikan, dan kita targetkan mulai pengerjaan pada Mei mendatang,” jelasnya.
Selain fokus pada penanganan teknis, BPBD juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kondisi bendungan. Zaldy menegaskan bahwa aktivitas penambangan di sekitar bendungan dapat mempercepat kerusakan struktur.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penggalian di sekitar bendungan. Ada batasan yang harus dipatuhi, yaitu 1 kilometer ke arah hulu dan 500 meter ke arah hilir,” tegasnya.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat dalam gotong royong pemasangan bronjong menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan darurat. Kolaborasi ini dinilai mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga infrastruktur vital.
“Partisipasi masyarakat sangat membantu. Ini menunjukkan bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan semua pihak,” tambahnya.
Dengan langkah darurat yang telah dilakukan, BPBD berharap kondisi Bendungan Empas tetap terkendali hingga perbaikan permanen terealisasi. Upaya ini juga diharapkan mampu menjaga kelangsungan aktivitas pertanian masyarakat yang sangat bergantung pada suplai air dari bendungan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....