Disperindag Loteng Prioritaskan Penataan Pasar di Titik Rawan Macet
- 05 Agt 2026 21:40 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah mulai menata sejumlah pasar tradisional meski belum memiliki anggaran revitalisasi. Langkah itu dilakukan untuk mengatasi kemacetan yang selama ini dipicu aktivitas pedagang yang berjualan hingga ke badan jalan.
Kepala Disperindag Lombok Tengah, Lalu Setiawan, mengatakan penataan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan material bangunan lama agar pekerjaan tidak harus menunggu ketersediaan anggaran.
"Ini belum revitalisasi. Kami hanya melakukan penataan supaya pedagang tidak lagi berjualan sampai ke badan jalan yang menyebabkan kemacetan," kata Lalu Setiawan Rabu 4 Agustus 2026.
Sejauh ini, penataan telah dilakukan di Pasar Berbali dan Pasar Pengadang, dua pasar yang dinilai paling sering menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Karena belum didukung anggaran khusus, Disperindag membongkar lapak yang tidak tertata, lalu membangunnya kembali menggunakan material yang masih layak pakai, seperti seng dan bambu. Material baru hanya ditambahkan jika memang diperlukan.
"Kalau menunggu anggaran, kapan pasar bisa rapi. Karena itu kami manfaatkan bahan yang masih bisa digunakan agar penataan tetap berjalan," ujarnya.
Setelah Berbali dan Pengadang, Disperindag menyiapkan penataan di sejumlah pasar lain, seperti Mujur, Besun, Bunjeruk, Puyung, dan Teratak. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas dan kebutuhan penataan.
Pasar Teratak menjadi salah satu prioritas karena aktivitas pasar setiap Minggu bertepatan dengan meningkatnya arus wisatawan menuju sejumlah destinasi di Lombok Tengah. Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Puyung yang berada di jalur wisata sehingga kerap memicu kemacetan.
Untuk mengatasinya, Disperindag akan memindahkan pedagang yang selama ini berjualan di luar area pasar ke lapak-lapak di bagian dalam.
"Kami tidak bisa meminta pedagang masuk kalau tempatnya belum tersedia. Karena itu lapaknya harus kami tata lebih dulu agar mereka mau menempati lokasi yang sudah disiapkan," ujar Lalu.
Penataan pasar juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Di Pasar Pengadang, misalnya, Disperindag menggandeng Kodim untuk membantu membersihkan tumpukan sampah menggunakan alat berat. Bekas lokasi pembuangan sampah itu kemudian dimanfaatkan sebagai area baru untuk lapak pedagang.
Menurut Lalu, perubahan tersebut mulai mendorong dukungan dari berbagai pihak, termasuk rencana pembangunan drainase dan pemasangan paving block di area parkir melalui dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.
Ia optimistis penataan pasar akan berdampak pada peningkatan pendapatan retribusi daerah. Selama ini, banyak pedagang berjualan di luar kawasan pasar sehingga sulit dilakukan penarikan retribusi.
"Kalau pedagang sudah masuk ke dalam dan pasarnya tertata, tentu lebih mudah menarik retribusi," katanya.
Disperindag menargetkan pendapatan retribusi pasar tahun ini mencapai sekitar Rp7 miliar. Sementara anggaran penataan dan perbaikan pasar secara bertahap akan diusulkan melalui APBD Perubahan. Jika anggaran tersedia, bangunan sementara yang saat ini memanfaatkan material bekas akan diganti dengan fasilitas yang lebih permanen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....