Bantuan Pangan Diperluas hingga Desil 5, Jumlah Penerima di KLU Meningkat Tajam
- 31 Mar 2026 07:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Lonjakan jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada awal 2026 menjadi perhatian publik. Namun pemerintah daerah memastikan peningkatan hingga 54 persen tersebut bukan disebabkan bertambahnya angka kemiskinan, melainkan akibat perubahan kebijakan dalam sistem pendataan penerima.
Kepala Dinas Pertanian KLU, Tresnahadi, menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan kini tercatat mencapai 8.996 orang. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan alokasi Oktober–November 2025.
Ia menegaskan, lonjakan ini merupakan dampak langsung dari perluasan kategori penerima bantuan yang kini mencakup masyarakat hingga desil 5, dari sebelumnya hanya desil 1 hingga 3.
“Ini bukan karena kemiskinan meningkat. Pemerintah hanya memperluas cakupan penerima. Dari desil 1 sampai 3, sekarang menjadi desil 1 sampai 5, sehingga jumlahnya otomatis bertambah,” ujar Tresnahadi, Selasa 31 Maret 2026
Menurutnya, kebijakan ini justru memberikan dampak positif karena semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses bantuan pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Untuk alokasi Februari dan Maret, setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima selama dua bulan mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Tresnahadi menilai bantuan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama di tengah kenaikan harga bahan pangan yang kerap terjadi saat Idulfitri.
“Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Apalagi menjelang Lebaran kemarin, kebutuhan meningkat. Ini bisa meringankan beban pengeluaran rumah tangga,” katanya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa program bantuan pangan juga memiliki dampak strategis terhadap stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam menekan laju inflasi.
Beras dan minyak goreng sebagai komoditas utama dinilai sangat berpengaruh terhadap fluktuasi harga di pasar. Dengan distribusi langsung kepada masyarakat, tekanan permintaan dapat ditekan sehingga harga lebih stabil.
“Intervensi ini penting. Ketika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi melalui bantuan, maka tekanan di pasar bisa berkurang dan inflasi lebih terkendali,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....