Pemkab Loteng Siapkan Ratusan Tangki Hadapi Puncak Kemarau

  • 05 Agt 2026 21:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah memastikan ketersediaan air bersih untuk penanganan dampak musim kemarau masih aman. Meski permintaan bantuan air bersih mulai berdatangan dari sejumlah desa, stok air yang disiapkan dinilai masih mencukupi untuk menghadapi puncak musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah, Ridwan Makruf, mengatakan hingga awal Agustus 2026 pihaknya telah menyalurkan sekitar 37 tangki air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air. Permintaan tersebut terutama berasal dari Kecamatan Praya Timur, Jonggat, dan Praya Barat.

"Setiap ada permintaan langsung kami layani. Penyaluran tidak dibatasi satu atau dua tangki, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sampai benar-benar terpenuhi," kata Ridwan Rabu 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, BPBD telah menyiapkan lebih dari 200 tangki air bersih yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah. Selain itu, BPBD juga memiliki cadangan melalui armada dan sumber daya sendiri yang dapat digunakan apabila permintaan meningkat atau distribusi dari pihak lain mengalami keterlambatan.

Menurut Ridwan, dua unit mobil tangki milik BPBD selalu disiagakan untuk mempercepat distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Bahkan, sejumlah instansi lain juga turut berkoordinasi memanfaatkan armada tersebut untuk membantu penyaluran kepada masyarakat.

Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang hingga awal 2027, Ridwan menyebut jumlah permintaan air bersih sejauh ini justru masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, permintaan sekarang belum sebanyak saat yang sama. Kemungkinan karena sudah banyak sumur bor yang dibangun sehingga kebutuhan air masyarakat mulai terbantu, meski kami masih terus memantau perkembangannya," ujarnya.

BPBD Lombok Tengah sendiri telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 1 Juli 2026. Status tersebut dipilih sebagai langkah antisipasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila dampak kemarau semakin meluas.

Ridwan menegaskan BPBD akan terus memonitor kondisi di lapangan dan memastikan seluruh permintaan bantuan air bersih dari masyarakat dapat dipenuhi selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....