Andalkan KPBU, Pemkab KLU Percepat Program KLU Terang

  • 30 Mar 2026 12:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kini bertumpu pada skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk mengatasi keterbatasan anggaran dalam pembangunan penerangan jalan. Melalui pendekatan ini, Pemkab menargetkan percepatan pemasangan ribuan lampu jalan baru dalam program KLU Terang.

Kepala Dinas Perhubungan Lombok Utara, M. Iwan Maret mengatakan bahwa pendekatan KPBU dipilih karena mampu menghadirkan percepatan pembangunan tanpa harus menunggu ketersediaan anggaran penuh dari APBD.

“Dengan skema ini, pembangunan bisa langsung berjalan karena dibiayai lebih dulu oleh pihak ketiga. Pemerintah daerah kemudian melakukan pembayaran secara bertahap sesuai kemampuan fiskal,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.

Menurutnya, pola tersebut menjadi strategi realistis bagi daerah dengan kapasitas anggaran terbatas namun memiliki kebutuhan infrastruktur yang mendesak. Ia menilai, tanpa terobosan seperti KPBU, percepatan pembangunan penerangan jalan akan sulit tercapai.

Iwan mengungkapkan, selama 17 tahun terakhir, pembangunan lampu jalan di Lombok Utara baru mencapai sekitar 4.000 titik. Sementara kebutuhan ideal diperkirakan berada pada kisaran 11.000 hingga 15.000 titik.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, tentu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena itu, KPBU menjadi pilihan untuk mengejar ketertinggalan,” katanya.

Melalui skema ini, Pemkab KLU menargetkan pemasangan 7.000 titik lampu jalan pada tahap awal dengan nilai proyek sekitar Rp10 miliar. Program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam waktu relatif singkat.

Selain mempercepat pembangunan, KPBU juga dinilai memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah dapat menyesuaikan pola pembayaran dengan kondisi fiskal tanpa mengganggu program prioritas lainnya.

Program KLU Terang sendiri akan difokuskan pada kawasan strategis seperti pusat ekonomi, jalur wisata, serta titik rawan kecelakaan dan kriminalitas. Sementara itu, lampu lama yang masih layak akan dimanfaatkan kembali untuk menjangkau wilayah pelosok.

Sebagai bagian dari penguatan perencanaan, Pemkab Lombok Utara turut menjadikan Kota Madiun sebagai referensi keberhasilan penerapan percepatan pembangunan penerangan jalan.

“Kami melihat daerah lain bisa melakukan percepatan melalui skema seperti ini. Artinya, dengan perencanaan yang tepat, KLU juga memiliki peluang yang sama untuk berkembang lebih cepat,” jelas Iwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....