Dua Srikandi DPRD Dompu Soroti Makna Hari Kartini

  • 20 Apr 2026 09:54 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April diingatkan agar tidak sekadar menjadi agenda seremonial tanpa makna. Anggota DPRD Dompu, Suhada mengatakan, pentingnya momentum tersebut dijadikan refleksi nyata dalam mendorong kemajuan perempuan, khususnya di Kabupaten Dompu.

Suhada menekankan bahwa tidak hanya pemangku kepentingan, tetapi juga perempuan-perempuan Dompu harus memiliki pola pikir yang lebih maju dan progresif. Ia berharap berbagai upaya yang diperjuangkan DPRD terkait kepentingan perempuan dapat disikapi secara serius, baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Perjuangan ini tidak akan berarti jika tidak didukung secara bersama, baik oleh perempuan itu sendiri maupun oleh pemangku kebijakan,” ujarnya, Senin, 20 April 2026.

Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini secara khusus menyoroti sejumlah isu krusial yang masih dihadapi perempuan, seperti tingginya angka kematian ibu melahirkan serta perlindungan terhadap pekerja perempuan. Berbekal pengalaman sebagai bidan senior di Dompu, Suhada mengaku memahami secara mendalam persoalan kesehatan reproduksi yang kerap dihadapi perempuan.

Ia mendorong adanya penguatan anggaran berbasis gender, terutama dalam meningkatkan perhatian terhadap keselamatan ibu saat melahirkan. Upaya tersebut, menurutnya, perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari DPPKB, rumah sakit, hingga Dinas Kesehatan, guna memastikan layanan kesehatan ibu berjalan optimal hingga masa persalinan.

Meski keterwakilan perempuan di DPRD Dompu masih tergolong minim—hanya dua orang dari total 30 anggota atau kurang dari 10 persen—Suhada menegaskan bahwa perjuangan untuk kepentingan perempuan tidak pernah terhambat.

Suhada terus mendorong berbagai kebijakan strategis, seperti peningkatan anggaran pendidikan dan literasi kesehatan reproduksi, serta upaya menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Dompu.

Sebagai representasi perempuan di parlemen daerah, Suhada dan koleganya, Dina Imayanti, juga mengaku tidak pernah dipandang sebelah mata oleh anggota legislatif lainnya. Justru, berbagai gagasan yang mereka dorong mendapat ruang dalam pembahasan kebijakan daerah.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Melalui momentum Hari Kartini, Suhada dan Dina Imayanti berharap semangat emansipasi tidak hanya berhenti pada seremoni tahunan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan perubahan nyata bagi perempuan Dompu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....