Patah Tulang Paha, Satu Jemaah Kloter Pertama Gagal ke Tanah Suci

  • 21 Apr 2026 21:04 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Calon Jemaah Haji Embarkasi Lombok
  • Satuh CJH gagal berangkat ke Tanah Suci karena patah tulang paha

‎RRI.CO.ID, Mataram - Seorang calon jemaah haji (CJH) asal Selong, Kabupaten Lombok Timur, gagal berangkat ke Tanah Suci setelah didiagnosa mengalami patah tulang paha. Perempuan berinisial NA, 55 tahun, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Lombok itu dinyatakan tidak memenuhi syarat istitaah kesehatan.

‎Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Herman Nugraha, mengatakan kondisi NA memerlukan tindakan operasi dengan masa pemulihan lebih dari satu bulan.

‎“Yang bersangkutan mengalami fraktur di bagian panggul. Dengan kondisi itu, tidak memungkinkan untuk diberangkatkan tahun ini,” kata Herman, Selasa, 21 April 2026.

‎NA diketahui mengalami cedera setelah terjatuh di rumahnya dua hari sebelum masuk Asrama Haji. Meski sempat diberangkatkan ke asrama, tim kesehatan kemudian merujuknya ke RSUD Provinsi NTB untuk pemeriksaan lanjutan.

‎"Hasil observasi medis menyatakan yang bersangkutan tidak laik terbang," ujarnya.

‎Selain NA, seorang jemaah lainnya berinisial M, laki-laki berusia 87 tahun, juga harus menunda keberangkatan. Ia didiagnosa mengalami anemia berat dengan kadar hemoglobin (Hb) sekitar 5 gram per desiliter, jauh di bawah batas minimal kelayakan terbang sebesar 8,5.

‎“Yang bersangkutan harus menjalani transfusi darah dan perawatan intensif. Untuk sementara ditunda sambil menunggu kondisi membaik,” jelas Herman.

‎Terpisah, Penanggung jawab Tim Kesehatan Embarkasi Lombok, Suparlan, menambahkan kedua jemaah tersebut telah dirujuk ke rumah sakit setibanya di asrama haji pagi ini.

‎Ia menjelaskan, dari total 393 jemaah kloter pertama, sebanyak 140 orang dinyatakan istitaah penuh, 251 istitaah dengan pendampingan, satu istitaah sementara, dan satu tidak istitaah.

‎Adapun proporsi jemaah berisiko tinggi (risti) mencapai 67,94 persen. Rinciannya, risiko berat 15,52 persen, risiko sedang 20,61 persen, dan risiko ringan 31,81 persen. Sementara jemaah tanpa risiko tercatat 32,06 persen.

‎BKK Mataram memastikan jemaah yang dinyatakan layak akan tetap diberangkatkan sesuai jadwal dengan pengawasan kesehatan ketat. Ia mengimbau para jemaah menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji.

“Yang utama adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta cukup istirahat. Aktivitas yang bersifat sunah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi fisik,” ujar Suparlan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....