5.864 Jemaah Haji NTB Telah Pulang, Empat Masih Dirawat di Arab Saudi

  • 21 Jun 2026 13:48 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Sebanyak 5.864 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) telah kembali ke tanah air setelah seluruh rangkaian pemulangan dari Arab Saudi selesai dilakukan.
  • Empat jemaah masih harus menjalani perawatan di RS Arab Saudi karena dinyatakan belum laik terbang.

‎RRI.CO.ID, Mataram - Sebanyak 5.864 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) telah kembali ke tanah air setelah seluruh rangkaian pemulangan dari Arab Saudi selesai dilakukan. Namun, empat jemaah masih harus menjalani perawatan di RS Arab Saudi karena dinyatakan belum laik terbang.

‎Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji NTB, Lalu Muhammad Amin, mengatakan seluruh jemaah yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) telah tiba dengan selamat di Gumi Gora.

‎“Dengan kedatangan kloter 15 ini, proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji telah selesai. Totalnya 5.864 orang,” kata Amin, Minggu, 21 Juni 2026.

‎Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji NTB, Lalu Muhammad Amin (tengah). (Foto: RRI/Muh.Halwi).

‎Kloter terakhir yang tiba di NTB berjumlah sekitar 365 jemaah. Mereka berasal dari sejumlah daerah, seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu.

‎Menurut Amin, masih ada empat jemaah yang belum bisa dipulangkan karena kondisi kesehatan mereka belum memungkinkan untuk melakukan penerbangan. “Kondisinya dianggap tidak laik terbang. Kami masih terus memantau perkembangan kesehatan mereka,” ujarnya.

‎Dari total jemaah haji NTB tahun ini, sebanyak 12 orang dilaporkan meninggal dunia. Sebanyak 11 jemaah wafat di Tanah Suci, sementara satu orang meninggal setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.

‎Amin memastikan seluruh proses penyelenggaraan haji, mulai pemberangkatan hingga pemulangan, berjalan aman dan terkendali. Jemaah yang telah tiba langsung diserahterimakan kepada pemerintah kabupaten dan kota masing-masing untuk kembali berkumpul dengan keluarga.

‎Meski seluruh tahapan telah selesai, Kanwil Kementerian Haji NTB mencatat sejumlah evaluasi untuk pelaksanaan haji tahun berikutnya. Salah satunya terkait perjalanan jemaah asal Pulau Sumbawa menuju embarkasi Lombok.

‎“Kami perlu mencari langkah strategis agar jemaah dari Pulau Sumbawa, khususnya Bima, tidak terlalu lama menggunakan perjalanan darat yang bisa memengaruhi kondisi fisik mereka sebelum berangkat,” kata Amin.

‎Selain itu, persiapan kesehatan calon jemaah haji 2027 akan diperkuat sejak dini. Pemeriksaan kesehatan dan pemantauan istitaah akan dilakukan lebih awal agar kondisi jemaah benar-benar siap sebelum keberangkatan.

‎Amin juga menegaskan keberangkatan jemaah haji tidak semata berdasarkan usia, termasuk bagi kelompok lanjut usia (lansia), tetapi berdasarkan kemampuan kesehatan atau istitaah. “Lansia tetap menjadi perhatian karena ada kuota prioritas, tetapi yang menjadi syarat utama adalah kesiapan kesehatan jemaah,” ujarnya.

‎Terkait wacana penurunan biaya haji, Amin mengatakan pemerintah daerah berharap ada keringanan bagi masyarakat. Namun, penetapan biaya haji harus mempertimbangkan berbagai komponen, termasuk kebijakan Pemerintah Arab Saudi, serta melalui pembahasan pemerintah pusat bersama DPR RI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....