Kondisi Jamaah Haji NTB di Tanah Suci Baik
- 27 Mei 2025 06:22 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Seluruh jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tergabung dalam gelombang pertama dari Kloter 1 hingga Kloter 12 telah tiba di Tanah Suci Mekkah dengan selamat. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB, H. Zamroni Aziz, menyampaikan kondisi jamaah secara umum berada dalam keadaan sehat dan baik.
“Alhamdulillah, seluruh jamaah haji dari NTB gelombang pertama sudah sampai di Mekkah. Proses pendorongan dari Madinah ke Mekkah telah selesai dan berjalan lancar,” ungkap Zamroni dari Tanah Suci, Selasa (27/5/2025).
Ia mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi jamaah dan berkoordinasi dengan semua ketua kloter. Hasil pemantauannya layanan yang diterima jamaah meliputi kesehatan, transportasi, akomodasi, hingga konsumsi berjalan baik dan sesuai harapan.
Terkait kendala teknis seperti distribusi kartu Nusuk, Zamroni menyebut hampir seluruh kartu telah selesai dibagikan. “Hampir 99% kartu Nusuk sudah diterima jamaah. Hanya beberapa kloter yang masih dalam proses, dan kami telah berkoordinasi intensif dengan Sarikah dan sektor terkait agar seluruh kartu selesai sebelum pelaksanaan Armina,” jelasnya.
Mengenai kondisi kesehatan jamaah, ia menjelaskan seluruh skema layanan telah berjalan sesuai prosedur. Jamaah dengan keluhan ringan dirawat di hotel, dan jika kondisinya memburuk, akan dirujuk ke layanan kesehatan sektor atau rumah sakit.
“Tidak ada jamaah yang tidak terlayani. Pemerintah Arab Saudi sangat komit dalam memberikan pelayanan sesuai MoU yang telah disepakati," katanya.
"Bahkan bagi jamaah yang tidak mampu mengikuti prosesi Armina karena sakit, akan diberlakukan kebijakan Murur, yaitu jamaah tetap dibawa menggunakan ambulans untuk masuk ke arena Armina, kemudian dikembalikan ke rumah sakit,” imbuh Zamroni.
Terkait jamaah yang meninggal dunia, Zamroni menegaskan bahwa seluruh prosesi pemakaman jenazah dilakukan dengan penuh penghormatan. “Pelayanan bagi jamaah yang wafat sangat luar biasa. Pemulasaran dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi bersama petugas kloter. Salat jenazah dilakukan di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, kemudian jenazah dimakamkan dengan pengawalan dari petugas dan kloter,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai kemungkinan, termasuk jika ada jamaah dengan gangguan kejiwaan, telah diantisipasi. Jika diperlukan, jamaah akan dirawat di rumah sakit jiwa dan pelaksanaan ibadah haji akan dibadalkan oleh pemerintah.
“Komitmen kami jelas, tidak ada satu pun jamaah yang terabaikan. Pemerintah Indonesia melalui PPIH Arab Saudi dan Kementerian Agama bekerja sama erat dengan pemerintah Arab Saudi untuk memastikan pelayanan maksimal bagi seluruh jamaah,” tegas Zamroni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....