Kloter 15 Tiba, Operasional Haji NTB 2026 Resmi Berakhir

  • 21 Jun 2026 16:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Kedatangan jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 15 menandai berakhirnya seluruh rangkaian pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Embarkasi Lombok pada musim haji 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan Kloter 15 merupakan kloter gabungan yang terdiri dari jemaah asal delapan daerah di NTB, yakni Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. Sementara jemaah dari Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sumbawa, dan Sumbawa Barat (KSB) tidak tergabung dalam kloter tersebut.

"Kloter 15 yang tergabung dari beberapa kabupaten. Jadi, kecuali KLU, Sumbawa, dan KSB," ujar Amin, Minggu 21 Juni 2026.

Sebanyak sekitar 365 jemaah tiba bersama Kloter 15. Dengan kedatangan kloter terakhir tersebut, seluruh proses operasional haji melalui Embarkasi dan Debarkasi Lombok resmi selesai.

Menurut Amin, total jemaah haji asal NTB yang diberangkatkan dan dipulangkan melalui Embarkasi Lombok pada musim haji 2026 mencapai 5.864 orang.

"Dengan kedatangan jemaah dari Kloter 15 ini, maka dari Embarkasi Lombok telah berakhir proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji yang jumlahnya 5.864 orang," katanya.

Seluruh jemaah yang telah kembali ke Tanah Air juga telah diserahterimakan kepada pemerintah daerah masing-masing sebelum kembali berkumpul bersama keluarga.

Amin menjelaskan, meski seluruh kloter telah tiba di Indonesia, masih terdapat empat jemaah haji asal NTB yang menjalani perawatan di Arab Saudi. Salah satunya merupakan jemaah dari Kloter 15 yang belum dapat dipulangkan karena dinyatakan tidak layak terbang.

"Kalau yang untuk saat ini satu orang, kemudian ada informasi sebelumnya itu ada juga tiga orang yang masih dirawat di sana," ungkapnya.

Pihaknya terus memantau kondisi para jemaah tersebut. Jika kondisi kesehatan mereka membaik dan memungkinkan dipulangkan melalui skema tanazul bersama jemaah dari provinsi lain, pemerintah akan menjemput mereka di Jakarta.

Sementara itu, jumlah jemaah haji NTB yang wafat selama penyelenggaraan ibadah haji tercatat 12 orang. Sebanyak 11 orang meninggal dunia di Tanah Suci, sedangkan satu orang lainnya meninggal dunia di Tanah Air setelah sempat menjalani perawatan di RSUP.

"Yang di Tanah Suci ada 11 orang, kemudian di Tanah Air yang sempat dirujuk di RSUP itu satu orang, jadi totalnya ada 12 orang," jelas Amin.

Ia memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan, berjalan lancar, aman, dan terkendali. Mayoritas jemaah juga kembali ke daerah asal dalam kondisi sehat.

"Dari beberapa tahapan dalam proses penyelenggaraan sampai tahap fase pemulangan ini, semuanya berjalan lancar, semuanya aman, semuanya terkendali. Jemaah dapat kita pastikan tiba di tanah air dalam kondisi sehat dan dengan senyum bahagia," katanya.

Amin berharap seluruh jemaah haji asal NTB yang telah menunaikan ibadah di Tanah Suci memperoleh predikat haji mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga maupun daerahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....