Remaja Konvoi Bawa Sajam di Mataram ternyata karena Masalah Sepele
- 16 Sep 2026 10:22 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Polisi mengungkap motif para remaja yang melakukan konvoi sambil membawa senjata tajam di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, beberapa waktu lalu ternyata hanya karena masalah sepele. Mereka ditantang berkelahi oleh orang tak dikenal dari media sosial.
Hal itu disampaikan oleh Kapolresta Mataram, Kombes Pol Hendro Purwoko. Akibat peristiwa tersebut, Hendro dan tim menetapkan 6 orang sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam, dari total 22 remaja yang diamankan sebelumnya.
“Karena merasa tersinggung akibat adanya tantangan fisik di media sosial dari orang tak dikenal yang mengaku berasal dari Karang Genteng,” ujar Hendro dalam konferensi pers, Selasa 15 September 2026.
Peristiwa itu terjadi pada 6 September 2026 sekitar pukul 00.30 WITA. Para pemuda berkonvoi menggunakan sepeda motor sambil mengayunkan senjata tajam, meneriakkan umpatan, sambil membunyikan klakson.
Dari keenam tersangka, dua tersangka dewasa ditahan di Rutan Polresta Mataram. Sementara empat anak berhadapan dengan hukum diproses sesuai ketentuan sistem peradilan pidana anak.
Psikolog klinis Wahyu Hasni Ilmi menilai perilaku semacam ini berkaitan dengan kebutuhan para remaja untuk mendapatkan pengakuan. Pengakuan tersebut seringkali dicari melalui kelompok pertemanan karena tidak mereka temukan di keluarga.
Wahyu melihat, perilaku menyimpang pada remaja berawal dari disfungsi atau hilangnya peran salah satu orang tua. Hal ini membuat remaja tidak nyaman di rumah, dan lebih lebih memilih berkumpul bersama kawannya di luar, terlepas dari baik atau buruknya kawan mereka.
“Tetap akan diikuti, meskipun dia tahu itu tidak baik atau bahkan membahayakan dirinya. Mengapa? Karena di sana dia dapat pengakuan,” ungkapnya.
Polisi juga mengembalikan 16 anak kepada orang tua karena disebut tidak mengetahui tujuan pasti konvoi tersebut. Para orang tua mereka diharapkan bisa membina kembali anak mereka agar tidak ikut perbuatan serupa di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....