Polisi Usut Kasus Pemukulan terhadap Driver Bluebird di KEK Mandalika
- 15 Jul 2026 06:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kepolisian Sektor (Polsek) Mandalika mulai mengusut kasus pemukulan terhadap sopir taksi online Bluebird di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Selasa 14 Juni 2026. Polisi masih mendalami bukti-bukti dan keterangan dalam laporan korban.
“Benar, yang bersangkutan telah membuat laporan pengaduan di Polsek Mataram,” ujar Kapolsek Mandalika, AKP I Ketut Artana, saat dikonfirmasi dari Mataram, Selasa siang.
Artana menjelaskan, polisi telah memulai penyelidikan dalam kasus ini. Sejak pengaduan diajukan oleh korban, polisi langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
“Sudah dilakukan visum oleh anggota kami,” ungkap Artana.
Polsek Mandalika berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini. Ia meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi terlalu jauh.
“Kami berupaya semaksimal mungkin. Mohon doanya agar pelaku segera tertangkap,” kata Artana.
Sebelumnya, seorang sopir Bluebird bernama Ridwan menjadi korban pemukulan menggunakan sebatang kayu oleh sejumlah orang tak dikenal. Peristiwa ini ia alami saat menjemput penumpang di lobi Novotel Mandalika dalam rangkaian ajang Pocari Run, Minggu 12 Juli 2026.
Ridwan mengatakan peristiwa bermula ketika dirinya menerima pesanan melalui aplikasi untuk menjemput penumpang di lobi Novotel Mandalika sekitar pukul 16.15 Wita. Setibanya di lokasi, mobilnya terhalang kendaraan lain sebelum seorang pria menghampiri dan menggedor kaca mobil sambil memintanya keluar dari kawasan hotel.
Korban mengaku sempat memindahkan kendaraan atas arahan petugas hotel. Namun, setelah keluar dari area hotel, ia langsung dipukul menggunakan sebatang kayu.
"Saya dipukul tiga kali sampai mengenai hidung dan mengeluarkan darah," ujar Ridwan.
Ridwan mengaku saat kejadian mobilnya dikelilingi sekitar tujuh hingga delapan orang. Ia menduga pemukulan dipicu keberatan sejumlah oknum travel terhadap aktivitas Bluebird yang mengantar dan menjemput penumpang di kawasan KEK Mandalika.
Akibat kejadian itu, Ridwan mengalami luka pada hidung dan masih merasakan trauma. Ia berharap proses hukum berjalan hingga tuntas agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kawasan wisata tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....