Enam Saksi Diperiksa, Polisi Dalami Dugaan Pelecehan Siswi SMKN 1 Kopang
- 25 Jun 2026 06:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Tengah masih mendalami dugaan pelecehan terhadap seorang siswi SMKN 1 Kopang. Hingga kini, polisi telah memeriksa enam orang saksi untuk mengungkap peristiwa yang diduga terjadi pada Mei 2026.
Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean mengatakan perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah pihak yang mengetahui maupun berkaitan dengan dugaan kejadian tersebut.
“Masih tahap lidik. Yang diperiksa sudah enam orang,” kata Punguan saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Selasa 23 Juni 2026.
Punguan menyebut saksi yang telah dimintai keterangan berasal dari lingkungan korban dan pihak sekolah. Namun, ia belum merinci identitas maupun hasil pemeriksaan terhadap para saksi tersebut.
“Laporan korban,” ujarnya singkat saat menjelaskan dasar penyelidikan perkara itu.
Kasus dugaan pelecehan ini mencuat setelah foto yang diduga memperlihatkan tindakan perabaan terhadap korban beredar di media sosial. Foto tersebut disebut menampilkan atribut sekolah yang memperlihatkan identitas korban maupun terduga pelaku.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram Joko Jumadi mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi awal terkait kasus tersebut. Ia menyebut kondisi psikologis korban mulai mendapatkan pendampingan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan UPTD PPA Lombok Tengah untuk memberikan layanan pendampingan psikologis kepada korban,” kata Joko.
Joko juga menyoroti rencana mediasi yang sempat diwacanakan pihak sekolah antara korban dan terduga pelaku. Menurut dia, dugaan perbuatan tersebut tidak dapat dipandang sebagai candaan biasa karena berkaitan dengan dugaan tindak pidana kekerasan seksual.
Sebelumnya, Kepala SMKN 1 Kopang Lalu Subhanudin menyebut sekolah akan mengupayakan mediasi terkait peristiwa tersebut. Ia mengatakan kejadian itu berlangsung saat jam istirahat sekolah dan berdasarkan informasi awal disebut tidak dilakukan dengan unsur kesengajaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....