Polisi Sigap Evakuasi Terduga Curanmor dari Amukan Massa di Lombok Timur

  • 22 Apr 2026 15:48 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Situasi memanas terjadi di Desa Aikmel Timur, Kabupaten Lombok Timur, pada Selasa malam 21, April 2026. Personel dari Polres Lombok Timur bersama anggota Satuan Brimob Polda NTB bergerak cepat meredam aksi massa yang nyaris berujung fatal.

Peristiwa tersebut melibatkan seorang pria berinisial M (35), yang diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor. Ia sempat menjadi sasaran kemarahan warga sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa kehadiran petugas bertujuan untuk mengendalikan situasi sekaligus menyelamatkan terduga pelaku dari tindakan main hakim sendiri.

“Petugas berupaya maksimal mengevakuasi terduga pelaku dari kerumunan massa demi menjaga keselamatannya serta mencegah situasi semakin meluas,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.

Menurut keterangan, kejadian bermula saat sepeda motor milik korban yang terparkir di depan rumah diduga dicuri. Aksi tersebut diketahui oleh pemilik kendaraan yang langsung berteriak meminta pertolongan.

Warga yang mendengar teriakan itu kemudian melakukan pengejaran hingga pelaku berhasil ditangkap. Namun, situasi dengan cepat berubah tidak terkendali.

Terduga pelaku menjadi sasaran amukan massa, sementara sepeda motor yang diduga digunakan pelaku dirusak dan dibakar oleh warga yang emosi. Ketika aparat tiba di lokasi, proses evakuasi sempat mendapat perlawanan.

"Sejumlah warga melempari petugas dengan batu. Meski demikian, aparat tetap mengedepankan pendekatan persuasif dengan menggunakan tameng untuk melindungi diri sekaligus meredam eskalasi," ucapnya.

Akibat insiden tersebut, dua personel kepolisian dilaporkan mengalami luka akibat lemparan batu saat menjalankan tugas. Dalam kondisi yang semakin tidak kondusif, petugas akhirnya mengambil langkah tegas dan terukur dengan menembakkan gas air mata guna membubarkan massa.

Tindakan ini dapat mengurai kerumunan dan mengembalikan situasi menjadi lebih terkendali. “Langkah ini terpaksa diambil sebagai upaya terakhir untuk memastikan situasi kembali kondusif,” jelas Rusmaladi.

Setelah keadaan mereda, terduga pelaku berhasil dievakuasi ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah aman dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Kepolisian memastikan akan tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Kami mengajak masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....