Polisi Ungkap Modus Terduga Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak di Bayan

  • 17 Apr 2026 20:20 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Polres Lombok Utara mengungkap modus pria berinisial NA alias Denan (43), terduga pelaku kekerasan seksual terhadap anak penyandang disabilitas di Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Denan diduga memanfaatkan bujuk rayu untuk mendekati korban sebelum melancarkan aksinya.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP I Komang Wilandra, menjelaskan pelaku awalnya mengajak korban keluar dengan dalih jalan-jalan. Korban kemudian dibawa ke lokasi sepi di tempat peristiwa diduga terjadi pada Selasa, 7 April 2026.

“Modus ajak keluar jalan-jalan terus dibawa ke tempat sepi disetubuhi, dan dikasih uang Rp 15 ribu. Kalau berbicara niat memang tujuannya begitu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat 17 April 2026.

Kasus ini terungkap setelah korban pulang ke rumah dalam kondisi menangis. Karena mengalami keterbatasan bicara, korban menyampaikan kejadian tersebut kepada orang tua menggunakan bahasa isyarat.

“Dia tak bisa ngomong/bisu. Sampai rumah dia nangis-nangis, dan ngadu ke ibunya pakai bahasa isyarat, dan ada bercak-bercak darah,” kata Wilandra.

Polisi menyebut korban merupakan siswa kelas 1 SMP di Sekolah Luar Biasa (SLB). Saat ini, korban masih mengalami trauma dan mendapat pendampingan dari keluarga.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan keluarga korban yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Polisi memeriksa rekaman CCTV serta meminta keterangan sejumlah saksi yang melihat korban bersama pelaku.

“Awal mula ada laporan, terus kita cek CCTV, dan kelihatan anak ini dibonceng sama pelaku, dan saksi-saksi yang lihat juga,” ujarnya.

Pelaku akhirnya ditangkap di Kota Mataram saat diduga hendak melarikan diri ke Pulau Sumbawa. Ia diringkus di sebuah warung dekat Pasar Burung, Kecamatan Sandubaya.

“Pelaku mau kabur ke Sumbawa, barang-barang lengkap dia bawa, ditangkap di Mataram, back up Polda,” katanya.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan kasus untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain. “Sudah kita pengembangan, cuman ini yang baru terdeteksi, siapa tahu ada korban lain,” tegas Wilandra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....