Polisi Tangkap 9 Orang dalam Kasus Pengeroyokan Berujung Tewas di Narmada

  • 31 Mar 2026 18:27 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram mengamankan 9 orang terduga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan seorang pria meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi di sebuah homestay di wilayah Narmada, Lombok Barat, Senin 30 Maret 2026 pagi.

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP mengatakan, korban diketahui bernama Sir Aen (50), warga Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Korban diduga dianiaya secara bersama-sama oleh para pelaku hingga mengalami luka serius yang berujung kematian.

“Benar, kami telah mengamankan sembilan orang terduga pelaku terkait dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Dharma, Selasa 31 Maret 2026.

Kesembilan orang yang diamankan masing-masing berinisial MAI (23), YA (22), M (43), SM (28), MA (36), EWZ (25), E (30), H (42), dan S (34). Mereka berdomisili di Lombok Tengah.

Peristiwa bermula saat korban datang ke sebuah homestay bersama seorang perempuan. Tak lama berselang, sejumlah orang yang diduga keluarga perempuan tersebut datang ke lokasi dan langsung menggedor kamar.

Korban yang keluar dari kamar kemudian langsung dianiaya oleh para pelaku. Aksi kekerasan dilakukan secara bersama-sama dengan cara memukul dan menendang korban di bagian kepala, wajah, dan dada.

“Korban mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh akibat kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama,” kata Dharma.

Setelah dianiaya, lanjut Dharma, korban kemudian diikat menggunakan tali nilon pada bagian tangan dan kaki. Selanjutnya korban dibawa menggunakan mobil pikap dan ditutup dengan terpal.

Para pelaku diduga hendak membawa korban ke wilayah Lombok Tengah. Namun, dalam perjalanan kondisi korban semakin melemah hingga akhirnya tidak bergerak saat tiba di lokasi tujuan.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit, namun saat tiba dinyatakan telah meninggal dunia. Aparat kepolisian selanjutnya melakukan visum dan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil pikap, tali nilon, dan terpal yang terdapat bercak darah. Saat ini, seluruh terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....