Wakil Ketua KPK: Korupsi Besar Berawal dari Kebiasaan Kecil
- 17 Jun 2026 13:58 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Perilaku tidak jujur yang sering dianggap sepele di lingkungan pendidikan ternyata dapat menjadi pintu masuk munculnya praktik korupsi yang lebih besar di masa depan. Karena itu, mahasiswa diminta mulai membangun budaya integritas dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, saat berbicara mengenai pentingnya penerapan nilai antikorupsi di lingkungan perguruan tinggi.
Menurut Ibnu, pemberantasan korupsi tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum. Upaya pencegahan harus dimulai dengan membangun karakter jujur dan bertanggung jawab sejak usia muda.
Ia menilai masih terdapat sejumlah perilaku yang sering dianggap biasa oleh mahasiswa, padahal memiliki karakteristik koruptif dan berpotensi membentuk kebiasaan buruk dalam jangka panjang.
Salah satu contohnya adalah praktik titip absen maupun berbagai bentuk ketidakjujuran dalam kegiatan akademik dan organisasi kemahasiswaan.
"Mulai dari yang kecil-kecil koruptif itu dihilangkan. Titip absen, misalnya. Karena kalau tidak segera dihilangkan nanti bisa terbawa terus," ujarnya, Rabu 17 Juni 2026.
Ibnu menegaskan integritas harus dibangun melalui tindakan nyata, bukan hanya slogan atau kampanye semata. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai kelompok intelektual yang nantinya akan menjadi pemimpin di berbagai sektor.
Karena itu, lingkungan kampus perlu menjadi ruang pembelajaran untuk membiasakan perilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.
Ia berharap mahasiswa dapat menjadi contoh dalam membangun budaya antikorupsi, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat.
"Harapannya supaya kita semua berintegritas dan tidak hanya sekadar mengikuti kegiatan atau seremonial, tetapi benar-benar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....