Jembatan Harapan: Gotong Royong TNI dan Warga Membuka Akses Kehidupan

  • 13 Sep 2026 15:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Suara adukan semen dan denting besi memecah kesunyian di tepian Sungai Segara Katon. Di bawah terik matahari, sejumlah warga bahu-membahu bersama prajurit TNI mengangkat material bangunan. Tidak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian kerja warga. Mereka memiliki tujuan yang sama: membangun jembatan yang akan menghubungkan harapan masyarakat.

Bagi warga Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, jembatan bukan sekadar konstruksi beton yang membentang di atas sungai. Jembatan adalah jalan yang memudahkan anak-anak menuju sekolah, mempercepat petani membawa hasil panen ke pasar, serta membuka akses yang selama ini menjadi kendala dalam aktivitas sehari-hari.

Harapan serupa juga tumbuh di Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Di dua lokasi berbeda itu, pembangunan jembatan beton terus berjalan melalui kerja sama antara prajurit TNI AD, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Di Sungai Segara Katon, pembangunan jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 3 meter telah mencapai progres 36 persen. Setiap hari, dua personel TNI, perwakilan pemerintah desa, dan warga setempat bekerja bersama menyelesaikan tahapan demi tahapan pembangunan.

Tak jauh berbeda, di Sungai Pengantap, jembatan sepanjang 13 meter dengan lebar yang sama juga mulai menunjukkan bentuknya. Progres pembangunan telah mencapai 47 persen dengan dukungan tenaga gotong royong dari TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.

Komandan Kodim 1606/Mataram, Kolonel Inf. Nyarman, M.Tr.(Han), Minggu 13 September 2026, menilai pembangunan tersebut menjadi bukti bahwa infrastruktur dapat tumbuh dari semangat kebersamaan.

“Kehadiran prajurit TNI bersama masyarakat di lokasi pembangunan menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan infrastruktur dapat tumbuh dari semangat kebersamaan. Setiap pekerjaan dilakukan untuk mempercepat hadirnya akses yang lebih aman dan memadai bagi masyarakat,” ujarnya.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan jembatan memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding ukuran panjang dan lebarnya. Kepala Dusun Segara Katon mengatakan akses yang lebih baik akan mempermudah perjalanan warga, terutama anak-anak yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah.

Selain itu, jembatan juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan kebutuhan ekonomi lainnya. Mobilitas warga yang sebelumnya terkendala saat musim hujan atau ketika debit sungai meningkat, diharapkan menjadi lebih aman dan efisien.

Di lapangan, semangat gotong royong menjadi energi utama yang menggerakkan pembangunan. Prajurit TNI tidak hanya hadir sebagai pelaksana tugas negara, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang bersama-sama membangun kebutuhan bersama.

“Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama di lapangan. TNI, pemerintah desa, dan masyarakat bekerja bersama menyelesaikan pekerjaan dengan tujuan yang sama, yakni menghadirkan akses transportasi yang lebih baik,” ungkap salah seorang personel yang terlibat dalam pembangunan.

Pembangunan dua jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan jembatan tahap V di wilayah Korem 162/Wira Bhakti yang mencakup tujuh titik, dengan dua di antaranya berada di wilayah Kodim 1606/Mataram.

Sejak pagi hingga sore hari, pekerjaan terus berlangsung. Beton demi beton disusun, rangka demi rangka dipasang. Namun sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya jembatan yang menghubungkan dua sisi sungai.

Di balik setiap adukan semen, ada jalan yang akan mempermudah anak-anak meraih pendidikan. Ada akses yang memperlancar petani membawa hasil kerja kerasnya. Ada harapan masyarakat akan kehidupan yang lebih mudah dan sejahtera.

Ketika jembatan itu nanti berdiri kokoh, yang terhubung bukan hanya dua tepian sungai, melainkan juga masa depan warga yang selama ini menanti hadirnya akses yang lebih baik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....