Dari Pesisir Jerowaru, Harapan Tumbuh dalam Keripik Rumput Laut

  • 24 Jul 2026 10:04 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Di sebuah rumah sederhana di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tersimpan cerita tentang perjuangan sekelompok ibu rumah tangga yang pernah menaruh harapan besar pada usaha keripik rumput laut.

Usaha yang dirintis Ulfa secara mandiri itu berawal dari potensi alam yang melimpah di kawasan pesisir Jerowaru. Dengan modal seadanya, ia mencoba mengolah hasil rumput laut menjadi produk makanan ringan berupa keripik.

Upaya tersebut perlahan membuahkan hasil. Produk keripik rumput laut yang dibuat Ulfa mendapat sambutan positif dari masyarakat. Permintaan yang terus meningkat membuat usaha itu mulai berkembang.

Melihat perkembangan tersebut, pemerintah Desa Pandan Wangi kemudian menggandeng Ulfa sebagai mitra dan membentuk kelompok usaha bersama yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga di desanya.

Kelompok tersebut beberapa kali mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan produksi dan pengemasan. Namun, di balik perkembangan usaha itu, keterbatasan modal masih menjadi tantangan utama.

Seluruh proses produksi tetap berjalan dengan mengandalkan modal pribadi.

"Kami masih pakai modal sendiri. Produksinya semampunya saja, sedikit demi sedikit, tapi tetap ada yang beli," kata Ulfa saat ditemui di kediamannya di Desa Pandan Wangi, Jumat 17 Juli 2026.

Semangat kelompok tersebut semakin tumbuh ketika mereka mendapat kesempatan mengikuti kegiatan promosi tingkat kabupaten. Dalam kegiatan itu, mereka memperagakan langsung proses pembuatan keripik rumput laut.

Penampilan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi. Bahkan, kelompok itu mendapat penyampaian mengenai rencana bantuan peralatan produksi untuk mendukung pengembangan usaha.

Namun, harapan tersebut belum terwujud. Tahun demi tahun berlalu tanpa ada kejelasan mengenai bantuan yang pernah dijanjikan. Peralatan seperti kompor, wajan besar, maupun perlengkapan produksi lainnya tidak kunjung diterima.

Kondisi itu membuat usaha yang sebelumnya mulai berkembang perlahan mengalami penurunan. Keterbatasan peralatan dan modal membuat produksi tidak lagi berjalan seperti sebelumnya. Kelompok usaha yang pernah dibentuk pun akhirnya tidak lagi aktif.

Ulfa saat bercerita tentang proses mengolah rumput laut jadi keripik, Jumat 17 Juli 2026. (Foto/RRI)

Bagi Ulfa, persoalan tersebut bukan hanya mengenai bantuan peralatan yang belum diterima. Lebih dari itu, ada harapan yang sempat tumbuh di tengah masyarakat, tetapi belum menemukan kepastian.

Padahal, potensi rumput laut di kawasan pesisir Jerowaru memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Semangat masyarakat dalam mengolah hasil laut menjadi usaha produktif menjadi modal penting bagi pengembangan ekonomi lokal.

Kini, kisah keripik rumput laut Pandan Wangi menjadi gambaran tentang bagaimana sebuah usaha kecil dapat tumbuh dari kreativitas masyarakat, namun juga menghadapi tantangan ketika dukungan yang diharapkan belum sepenuhnya hadir.

Ulfa masih menyimpan harapan agar usaha tersebut dapat kembali berkembang dengan dukungan peralatan produksi yang memadai.

"Dengan tambahan peralatan, saya berharap kapasitas produksi meningkat sehingga mampu memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah," ujarnya.

Dosen Universitas Gunung Rinjani, M. Joni Iskandar, S.P., M.Sc., menilai penguatan ekonomi keluarga berbasis gender menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Perbaikan ekonomi keluarga berbasis gender menjadi solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam pengolahan rumput laut memberikan efek ekonomi yang cukup besar bagi rumah tangga nelayan. Pendapatan keluarga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan laut maupun penjualan bahan mentah. Aktivitas pengolahan juga menciptakan peluang kerja baru di tingkat desa.

Selain meningkatkan ekonomi keluarga, usaha pengolahan rumput laut dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dalam menghadapi perubahan musim dan ketidakpastian harga pasar. Produk olahan memiliki daya simpan lebih panjang serta nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan bahan mentah.

Pendampingan yang diberikan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melalui program pemberdayaan usaha mikro juga dinilai sangat efektif dalam menggeliatkan produktivitas olahan rumput laut. Para pelaku keripik rumput laut tidak hanya dilatih tata cara membuat olahan yang baik tapi juga di bina tentang manajemen pemasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....