"Begibung", Tradisi ini Mulai Hilang di Desa Malaka
- 10 Mar 2025 07:42 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terletak di kawasan pedesaan dulunya terkenal dengan tradisi begibung sebuah acara makan bersama yang mempererat silaturahmi antarwarga. Begibung, yang dilakukan di waktu tertentu seperti perayaan hari besar atau pertemuan komunitas, adalah momen kebersamaan yang penuh dengan cita rasa lokal dan kehangatan. Namun, kini tradisi ini mulai hilang seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan hilangnya tradisi begibung adalah perubahan pola hidup yang semakin individualistis. Banyak warga yang mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan lebih memilih berbuka puasa atau makan bersama keluarga kecil mereka sendiri daripada berpartisipasi dalam begibung yang melibatkan banyak orang. Selain itu, kemajuan teknologi dan media sosial turut mempengaruhi kebiasaan masyarakat yang kini lebih memilih aktivitas yang praktis dan instan.
Kepergian tradisi ini tidak hanya membawa dampak pada kebersamaan sosial, tetapi juga pada pelestarian kuliner lokal. Hidangan-hidangan khas begibung yang dulu menjadi ciri khas desa kini mulai jarang ditemukan, digantikan oleh makanan yang lebih praktis atau terpengaruh oleh tren kuliner modern.
Ikatan Mahasiswa Desa Malaka (IMDM) sangat prihatin terhadap hilangnya budaya begibung yang merupakan tradisi turun-temurun di desa mereka. Begibung, yang dikenal sebagai simbol kebersamaan dan kekeluargaan dalam masyarakat, kini semakin jarang dijumpai. Keprihatinan ini muncul karena seiring dengan modernisasi dan perubahan zaman, banyak generasi muda yang kurang menghargai nilai-nilai budaya lokal.
M. Abed, Ketua IMDM, mengungkapkan keinginan untuk melestarikan budaya begibung ini. Menurutnya, begibung bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarwarga desa. Ke depan, IMDM akan berupaya untuk mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda dan masyarakat luas, seperti festival budaya, pelatihan, dan pengajaran tentang pentingnya tradisi begibung.
Abed berharap, dengan adanya upaya ini, generasi muda Desa Malaka dapat kembali meresapi makna kebersamaan yang terkandung dalam tradisi begibung. Dia juga berkeinginan untuk memperkenalkan budaya ini kepada masyarakat luar agar semakin banyak yang menyadari betapa pentingnya menjaga warisan budaya yang ada. Ke depan, IMDM akan terus berkomitmen untuk mengedukasi dan melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya lokal agar tidak punah oleh arus globalisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....