Forum KSSK NTB Dorong UMKM Lombok Timur Berdaya Saing

  • 16 Sep 2026 20:10 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyoroti besarnya potensi ekonomi daerah yang berasal dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan kelautan. Kelengkapan potensi tersebut menjadikan Lombok Timur sebagai daerah dengan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu disampaikan Bupati saat membuka Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) NTB Tahun 2026 di Rupatama 2 Kantor Bupati, Rabu, 16 September 2026. Menurutnya, potensi yang besar perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas produk dan kemampuan pengelolaan usaha agar UMKM mampu berkembang lebih luas.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Pemda Lombok Timur telah mengucurkan suntikan dana tunai sebesar Rp20 miliar pada 2025 untuk mendukung permodalan UMKM. Namun, Bupati mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya berfokus pada kuantitas atau jumlah produksi, melainkan juga meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk.

“Jangan hanya berpikir bagaimana jumlah produksinya banyak, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kualitas dan nilai tambah produk itu meningkat, sehingga mampu menembus pasar nasional,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, UMKM Lombok Timur bergerak di berbagai sektor, mulai dari olahan pertanian, peternakan, hingga kerajinan. Keberagaman tersebut dinilai sebagai modal sosial dan ekonomi yang baik, tetapi perlu didukung literasi keuangan agar pelaku usaha mampu mengelola produksi, pembiayaan, pemasaran, dan keuntungan secara tepat.

Ia menilai, produk yang bagus akan sulit berkembang apabila tidak didukung kemampuan manajemen dan pemahaman pasar yang memadai. Karena itu, seluruh proses usaha, mulai dari produksi hingga menghasilkan nilai ekonomi, membutuhkan pemahaman literasi keuangan yang matang.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Ignatius Adhi Nugroho mengapresiasi komitmen Lombok Timur dalam mengoptimalkan potensi wilayah. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan program Desa Berdaya yang berfokus pada pemberdayaan desa dan pengentasan kemiskinan.

" Kesamaan visi antara pemerintah provinsi dan kabupaten mendorong BI untuk memberikan dukungan guna mempercepat pencapaian tujuan bersama. Melalui forum tersebut, para pelaku UMKM diharapkan memiliki kesadaran dasar mengenai pengelolaan keuangan," ucapnya.

Forum KSSK NTB 2026 mengangkat tema “Sinergi dalam Mendukung Program Desa Berdaya”. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah daerah, sektor keuangan, pelaku UMKM, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat Forum KSSK NTB Tahun 2026 secara simbolis kepada Sekda Kabupaten Lombok Timur, Bappeda Provinsi NTB, Kadis Perdagangan Lombok Timur, perwakilan UMKM Desa Berdaya Lendang Nangka, dan perwakilan UMKM Tenun Nyelangkok dari Desa Berdaya Kembang Kerang. Kegiatan turut dihadiri sejumlah pejabat terkait, termasuk perwakilan DJP, DJPb, OJK, LPS, serta pelaku UMKM Lombok Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....