Jelang MotoGP Mandalika, Pemprov NTB Genjot Kualitas UMKM

  • 17 Sep 2026 16:14 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemprov NTB memperkuat UMKM melalui peningkatan kualitas, kontinuitas produksi, dan perluasan akses pasar menjelang MotoGP Mandalika 2026.
  • Produk lokal mulai didorong masuk ritel modern seperti Uniqlo dan Ipermart agar UMKM semakin siap bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar.

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produk UMKM. Kehadiran event internasional seperti MotoGP Mandalika dinilai menjadi peluang untuk memperluas pasar produk lokal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata mengatakan ada tiga langkah yang dilakukan pemerintah, yakni meningkatkan kualitas produk, memastikan kontinuitas produksi, dan membuka akses pasar. "Yang pertama adalah peningkatan kualitas dengan menyiapkan instrumen," kata Wiranata, Kamis, 17 September 2026.

Menurutnya, pemerintah memperkuat proses kurasi agar standar produk UMKM di seluruh kabupaten dan kota di NTB semakin seragam. Jumlah kurator juga terus ditambah untuk memastikan produk lokal yang masuk pasar memenuhi standar kualitas.

Langkah kedua adalah memastikan UMKM mampu menjaga volume produksi sepanjang tahun. Pemerintah tidak ingin pelaku usaha hanya mampu memproduksi ketika ada momentum atau permintaan tertentu.

"Jangan sampai mereka produksinya hanya tiga bulan dalam setahun. Kemudian tujuh bulan lagi baru ada produk lagi. Kita nggak mau lagi seperti itu," ujarnya.

Sementara langkah ketiga adalah membuka pasar seluas-luasnya bagi produk UMKM. Pemprov NTB mulai mendorong produk lokal masuk ke jaringan ritel modern dan berbagai tempat penjualan yang memiliki pasar luas.

Wiranata menyebut kerja sama dengan Uniqlo menjadi salah satu contoh. Produk UMKM NTB telah masuk ke jaringan tersebut. Pemprov NTB juga akan menandatangani nota kesepahaman dengan Ipermart di Epicentrum pada akhir September 2026.

Produk yang masuk ke Ipermart nantinya terutama berasal dari sektor kuliner, seperti makanan dan minuman. "Setelah itu kita publikasikan. Kami meyakini UMKM kita juga akan termotivasi untuk meningkatkan kualitasnya," katanya.

Wiranata mengatakan pemerintah tidak mungkin mendampingi puluhan ribu UMKM satu per satu. Karena itu, pemerintah memilih membuka akses pasar bagi sebagian produk sebagai contoh sekaligus pemicu bagi pelaku UMKM lainnya.

"Kita dorong satu-dua untuk sebagai bukti bahwa pemerintah itu akan mendampingi mereka," ujarnya.

Menurutnya, kehadiran pasar yang membutuhkan produk terstandarisasi akan mendorong pelaku UMKM memperbaiki kualitas sekaligus menjaga kesinambungan produksi.

Apalagi, NTB akan kembali menjadi sorotan internasional melalui Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 pada Oktober mendatang. Momentum tersebut menjadi peluang bagi produk lokal untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....