Lesunya Fiskal Daerah Mulai Pukul Pedagang dan UMKM di Dompu
- 22 Jun 2026 11:55 WIB
- Mataram
RRI CO.ID, Dompu – Rendahnya kapasitas fiskal daerah mulai memberi dampak nyata terhadap sektor perdagangan dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Penurunan belanja pemerintah, tertundanya sejumlah proyek, hingga beberapa item belanja pegawai yang belum terealisasi, memicu melemahnya daya beli masyarakat.
Kondisi ini mulai dirasakan para pedagang di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Induk Dompu, Pasar Terminal Ginte, hingga Pasar Manggelewa. Aktivitas jual beli yang biasanya ramai, kini mulai sepi pembeli.
Salah satu pedagang Daging ayam di Pasar Terminal Ginte, Aminah, mengaku dalam sepekan terakhir omzet penjualannya menurun cukup signifikan.
Menurutnya, pasar yang biasanya buka hingga pukul 12.00 WITA kini tidak lagi seramai biasanya. Dalam sehari, Aminah hanya mampu menjual sekitar 20 ekor ayam.
“Biasanya bisa habis 50 sampai 70 ekor per hari, tapi sekarang paling banyak 20 ekor. Sudah berjalan hampir seminggu seperti ini,” ujarnya, Senin, 22 Juni 2026.
Penurunan daya beli ini tidak hanya dirasakan pedagang pasar tradisional, tetapi juga pelaku UMKM yang menggantungkan penjualan pada aktivitas Car Free Day (CFD) setiap pekan.
Salah seorang pelaku UMKM, Tustiani, mengatakan jumlah pengunjung CFD sebenarnya tidak mengalami penurunan. Namun, transaksi pembelian justru jauh berkurang dibanding biasanya.
“Yang datang ramai, tapi yang beli sedikit. Jadi saya kurangi jumlah dagangan,” katanya.
Ia mengaku terpaksa tidak lagi menjual beberapa jenis jajanan tradisional karena minim peminat. Saat ini, produk yang masih bertahan hanya makanan berat seperti nasi kuning dan bubur ayam yang dinilai masih menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Lesunya aktivitas perdagangan ini dinilai erat kaitannya dengan kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami tekanan. Berkurangnya belanja proyek pemerintah dan tertundanya sejumlah pembayaran belanja pegawai menyebabkan perputaran uang di masyarakat ikut melambat.
Di Kabupaten Dompu, struktur ekonomi daerah masih sangat dipengaruhi oleh keuangan pemerintah. Ketika belanja daerah melambat, dampaknya langsung terasa hingga ke lapisan bawah, terutama pedagang kecil dan pelaku UMKM.
Para pelaku usaha berharap pemerintah daerah segera mencari solusi agar perputaran ekonomi kembali stabil dan daya beli masyarakat dapat pulih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....