Wamendagri Minta Kepala Daerah Andalkan UMKM untuk Dongkrak PAD
- 20 Mei 2026 16:30 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu kunci penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Pengembangan UMKM membutuhkan inovasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar mampu memberi dampak nyata bagi ekonomi lokal.
- Tantangan kepala daerah saat ini tidak lagi sebatas menjalankan program rutin, tetapi dituntut mampu menghadirkan inovasi yang bisa menggerakkan ekonomi daerah.
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu kunci penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, ia mengingatkan, pengembangan UMKM membutuhkan inovasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar mampu memberi dampak nyata bagi ekonomi lokal.
Hal itu disampaikan Bima Arya saat meninjau Bazar UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 di NTB, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Bima, tantangan kepala daerah saat ini tidak lagi sebatas menjalankan program rutin, tetapi dituntut mampu menghadirkan inovasi yang bisa menggerakkan ekonomi daerah. Salah satu jalannya adalah dengan memperkuat UMKM sebagai sektor yang dekat dengan masyarakat sekaligus memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi lokal.
“Tantangan kepala daerah hari ini adalah berpikir keras melakukan inovasi. Salah satu pintunya adalah UMKM. Namun, ini pun tidak mudah karena yang paling utama kepala daerah diminta untuk mampu berkolaborasi dan berintegrasi dengan Dekranasda, PKK, hingga komunitas,” ujar Bima.
Ia menilai, penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan ruang promosi atau bantuan permodalan. Pemerintah daerah, kata dia, harus lebih dulu mampu memetakan dan mengkurasi produk unggulan agar memiliki nilai tambah serta daya saing yang kuat di pasar.
Menurut Bima, produk lokal akan sulit berkembang jika tidak memiliki keunikan yang membedakannya dari produk daerah lain maupun produk global. Karena itu, proses kurasi menjadi langkah penting agar produk UMKM tidak hanya laku di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Kalau produknya tidak punya pembeda, tidak punya nilai tambah, maka sulit bersaing. Karena itu harus dikurasi, dicari mana yang benar-benar unggul,” katanya.
Dalam kunjungannya, Bima Arya juga mengapresiasi potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok. Ia melihat NTB memiliki kekuatan besar di sektor kerajinan tenun dan kuliner lokal yang dinilai berpotensi naik kelas jika dikelola dengan strategi yang tepat.
Menurut dia, produk-produk khas daerah di NTB memiliki karakter kuat dan layak bersaing di pasar nasional bahkan internasional. “Di NTB, di Lombok ini, saya melihat potensinya sangat besar. Bukan saja kain-kainnya yang bagus sekali, tetapi juga banyak produk kuliner yang harusnya bisa bersaing,” ujar Bima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....