Kolaborasi Diskoperindag dan APJI Cetak UMKM Olahan Mete Lebih Kompetitif
- 03 Agt 2026 07:01 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara– Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Utara kini memiliki bekal baru untuk mengembangkan usaha berbasis komoditas lokal setelah mengikuti Bimbingan Teknis dan Pelatihan Hilirisasi Produk Olahan Mete yang digelar Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lombok Utara.
Program yang berlangsung selama empat hari, mulai 28 hingga 31 Juli 2026, merupakan hasil kolaborasi Diskoperindag KLU dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pelatihan resmi ditutup oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, di Sunset Spring Beach Retreat, Jumat 31 Juli 2026.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Lombok Utara, H. Haris Nurdin, mengatakan peserta berasal dari Kecamatan Bayan dan Tanjung yang selama ini memiliki potensi cukup besar dalam pengembangan produk berbahan baku mete.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pengolahan produk, peningkatan kualitas, hingga pengembangan usaha agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.
Tidak hanya memperoleh pelatihan, seluruh peserta juga menerima bantuan peralatan pengolahan kacang mete sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha setelah kegiatan berakhir.
"Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan usaha, setiap peserta juga mendapatkan peralatan pengolahan kacang mete," katanya.
Wakil Bupati Kusmalahadi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dengan maksimal dan tidak berhenti hanya pada kegiatan pelatihan.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pelaku UMKM menjadi salah satu strategi penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara.
Ia juga mendorong pelaku usaha terus berinovasi menciptakan berbagai produk olahan, tidak hanya berbahan dasar mete tetapi juga memanfaatkan komoditas unggulan daerah lainnya seperti kopi, kakao, dan jagung.
Selain inovasi produk, pemasaran berbasis digital dinilai menjadi faktor penting agar produk-produk UMKM mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itu, pemerintah daerah mengajak para pelaku usaha memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....