Harga Bahan Pokok dan Kemasan Naik, UMKM Kuliner Tertekan

  • 28 Apr 2026 18:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Kenaikan harga bahan pokok yang diikuti lonjakan biaya bahan baku serta kemasan mulai memberikan tekanan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner. Kondisi ini membuat pelaku usaha harus mencari strategi bertahan di tengah penurunan daya beli masyarakat.

Karyawan usaha ayam krispi Mayone, Majenul, menyebutkan bahwa jumlah pembelian pelanggan mulai mengalami penurunan dibandingkan kondisi sebelumnya. Ia juga menjelaskan bahwa hampir seluruh kebutuhan produksi mengalami kenaikan, termasuk bahan utama ayam krispi hingga kemasan seperti styrofoam dan plastik.

“Sekarang pembeli mulai berkurang, sementara harga bahan semua naik, mulai dari ayam sampai kemasan juga ikut naik,” ujarnya Selasa, 28 April 2026

Meski demikian, pihak usaha belum melakukan penyesuaian harga jual. Hal ini karena masih mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli konsumen, di tengah sejumlah pelaku usaha lain yang sudah mulai menaikkan harga.

"Untuk kenaikan harga masih didiskusikan, pertimbangan cukup banyak agar pembeli tidak pergi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, H. Hari Faturrahman, menjelaskan bahwa kenaikan harga dipengaruhi oleh kebijakan pusat terhadap sejumlah komoditas dasar, seperti minyak goreng, gula, serta bahan berbasis plastik. Ia menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok di daerah masih dalam kondisi aman dan relatif terkendali, akan tetapi, harga di pasar tetap mengalami fluktuasi sesuai dinamika distribusi dan permintaan.

“Perkembangan harga memang fluktuatif tergantung kondisi pasar. Kami terus melakukan pemantauan agar pedagang tidak menjual di atas HET dan distribusi tetap stabil,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kenaikan harga di Lombok Timur belum sampai pada kondisi yang membuat masyarakat tidak mampu membeli kebutuhan pokok, meskipun terjadi penyesuaian pola konsumsi. “Masyarakat memang mulai mengurangi jumlah pembelian, tetapi secara umum masih bisa dijangkau,” katanya.

Di sisi lain, banyak pedagang memilih mempertahankan harga jual meskipun margin keuntungan semakin tipis. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya biaya operasional, termasuk transportasi yang ikut terdampak kenaikan harga bahan bakar. Namun demikian, ketersediaan bahan pokok di pasaran masih relatif stabil dan dapat diakses masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....