Gubernur NTB Dorong Mandalika Street Food Festival Jadi Agenda Rutin

  • 13 Jul 2026 09:12 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong Mandalika Street Food Festival menjadi agenda rutin karena terbukti memberikan dampak ekonomi langsung kepada pelaku UMKM dengan peningkatan pendapatan hingga jutaan rupiah dalam tiga hari.
  • Mandalika Street Food Festival menghadirkan 24 tenant kuliner, delapan coffee shop dan roastery, serta lima pelaku UMKM kriya dan wastra dengan menampilkan kuliner khas Lombok seperti Ayam Taliwang, Sate Rembiga, dan Nasi Balap.
  • Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen mendukung UMKM naik kelas melalui akses pembiayaan dari perbankan Himbara dan Bank NTB Syariah agar produk lokal lebih kompetitif dan dapat dipromosikan di lokasi pariwisata utama.

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mendorong Mandalika Street Food Festival menjadi agenda rutin. Pasalnya, kegiatan tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Saya tanya pedagang, kemarin dapat satu koma sekian juta rupiah, hari ini sudah dua koma sekian juta. Insya Allah hari terakhir lebih banyak lagi. Berarti selama tiga hari ini mereka sudah punya tambahan modal untuk mengembangkan usahanya," kata Iqbal saat meninjau festival di Bazaar Mandalika, Kuta, Lombok Tengah, Minggu, 12 Juli 2026.

Menurut Iqbal, peningkatan transaksi tersebut menunjukkan penyelenggaraan event pariwisata tidak hanya menghadirkan hiburan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkala dengan melibatkan lebih banyak UMKM.

"Ini recommended sekali untuk diulang sesering mungkin. Kalau bisa sebulan sekali atau paling tidak tiga bulan sekali. Yang penting UMKM-nya dirotasi supaya semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan kesempatan," ujarnya.

Selain meninjau stan kuliner dan produk ekonomi kreatif, Gubernur turut melakukan prosesi Ngampet Belek, yakni membakar secara simbolis 1.000 tusuk sate khas Lombok yang kemudian dibagikan gratis kepada ribuan pengunjung.

Festival yang digelar pada 10–12 Juli 2026 itu menjadi salah satu rangkaian pendukung Pocari Sweat Run Lombok 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Bank Mandiri bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menghadirkan 24 tenant kuliner, delapan coffee shop dan roastery, serta lima pelaku UMKM kriya dan wastra asal Pulau Lombok.

Beragam kuliner khas Lombok seperti Ayam Taliwang, Sate Rembiga, Sate Bulayak, Sate Tanjung, hingga Nasi Balap menjadi daya tarik utama. Sementara produk ekonomi kreatif yang dipamerkan meliputi kerajinan berbahan limbah kaca, serat daun nanas, aromaterapi, hingga produk rajut.

Iqbal mengatakan Pemerintah Provinsi NTB akan terus mendorong UMKM naik kelas melalui akses pembiayaan dari perbankan agar kualitas produk dan kemasan semakin kompetitif.

"Ke depan kita ingin produk-produk UMKM mendapat dukungan pembiayaan dari bank-bank Himbara maupun Bank NTB Syariah sehingga kualitas produknya semakin baik, kemasannya semakin menarik, dan mereka bisa tampil di lokasi-lokasi yang ramai seperti ini," katanya.

Manfaat festival juga dirasakan langsung para pelaku usaha. Seorang penjual kuliner asal Bonjeruk mengaku penjualannya meningkat sejak hari pertama pelaksanaan.

"Alhamdulillah semua suka. Respons pengunjung sangat bagus dari hari pertama sampai hari terakhir," ujarnya.

Pelaku usaha berharap festival serupa lebih sering digelar agar mampu mempercepat perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperluas promosi produk lokal di kawasan pariwisata Mandalika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....