Perjalanan Nurmalinda Mengangkat Es Ubi Ungu Lombok Menjadi Minuman Favorit
- 07 Jul 2026 06:37 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Di tengah pesatnya perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kisah Nurmalinda menjadi salah satu inspirasi bagi banyak perempuan untuk berani memulai usaha dari rumah. Perempuan asal Lombok NTB ini berhasil mengubah bahan pangan lokal yang sederhana menjadi produk minuman yang kini digemari banyak kalangan, yakni Es Ubi Ungu Bale Linda Jelly.
Kisah perjuangan Nurmalinda terungkap dalam Dialog Interaktif Beranda Astacita bertajuk "UMKM Bicara" yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Mataram, Senin 6 Juli 2026.
Di balik kesuksesan usahanya saat ini, Nurmalinda mengaku memulai semuanya dari keresahan sederhana sebagai seorang ibu rumah tangga. Kesibukannya mengurus anak dan keluarga membuatnya berpikir untuk mencari peluang usaha yang dapat dijalankan dari rumah tanpa mengabaikan perannya sebagai ibu.
"Saya ingin punya penghasilan sendiri sambil tetap merawat dan mendidik anak-anak," ungkapnya.
Berbekal semangat tersebut, pada tahun 2023 ia mendirikan Bale Linda Jelly. Awalnya usaha yang dirintis tidak langsung fokus pada minuman. Berbagai produk pernah dicoba, mulai dari keripik rumput laut, rengginang ubi ungu, aneka puding, bubur hingga makanan berat.
Namun perjalanan usaha mengajarkannya untuk terus beradaptasi. Nurmalinda melihat bahwa produk minuman memiliki proses produksi yang lebih cepat dan efisien dibandingkan camilan atau kue yang membutuhkan tahapan panjang seperti pengeringan, penggorengan, hingga pengemasan.
Dari situlah muncul ide mengolah ubi ungu menjadi minuman segar yang berbeda dari kebanyakan produk yang beredar di pasaran. Ia memilih ubi ungu karena mudah ditemukan di Lombok, harganya terjangkau, dan memiliki warna alami yang menarik.
Perpaduan warna ungu dari ubi dengan putihnya susu dan keju menghasilkan tampilan minuman yang unik dan menggugah selera. Namun di balik tampilannya yang cantik, proses menemukan formula terbaik tidaklah mudah.
Nurmalinda mengaku berkali-kali mengalami kegagalan saat mencoba menentukan tekstur yang pas. Terlalu kental membuat minuman kurang nikmat, sementara terlalu cair mengurangi cita rasa khas ubi ungu. Ia terus bereksperimen hingga menemukan komposisi yang menghasilkan rasa manis, creamy, dan menyegarkan.
"Awalnya saya hanya mencoba-coba. Ternyata peminatnya banyak dan setiap hari dagangan selalu habis," katanya.
Kesuksesan produk Es Ubi Ungu semakin terlihat ketika media sosial mulai dipenuhi unggahan pelanggan yang penasaran dengan minuman berwarna ungu tersebut. Dari promosi mulut ke mulut hingga viral di berbagai platform digital, permintaan terus meningkat.
Melihat respons pasar yang positif, Nurmalinda kemudian membuka lapak penjualan menggunakan kontainer. Langkah tersebut menjadi titik penting dalam perkembangan Bale Linda Jelly yang kini semakin dikenal masyarakat.
Dalam sehari, satu kilogram ubi ungu dapat menghasilkan sekitar 15 porsi minuman yang dijual dalam kemasan gelas maupun botol dengan harga Rp15 ribu per porsi. Harga yang terjangkau serta cita rasa yang khas membuat produk ini terus diminati pelanggan.
Kepercayaan konsumen juga semakin meningkat setelah produk Bale Linda Jelly memperoleh sertifikasi halal. Legalitas tersebut menjadi nilai tambah yang memperkuat posisi usaha lokal ini di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Kisah Nurmalinda membuktikan bahwa kreativitas, keberanian mencoba, dan pemanfaatan bahan lokal dapat membuka peluang usaha yang menjanjikan. Dari dapur rumah sederhana, ia berhasil menghadirkan produk yang tidak hanya mengangkat potensi ubi ungu Lombok, tetapi juga menginspirasi perempuan lain untuk berani berkarya dan mandiri secara ekonomi.
Bale Linda Jelly kini bukan sekadar usaha minuman, melainkan simbol bagaimana inovasi lokal mampu tumbuh menjadi peluang besar ketika dijalankan dengan ketekunan dan keyakinan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....