Pemkot Mataram Genjot UMKM meski Dihimpit Efisiensi Anggaran
- 05 Apr 2026 10:07 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Pemerintah Kota Mataram tetap menggencarkan program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu yang menjadi fokus adalah target penciptaan 5.000 UMKM baru sebagai penggerak ekonomi kreatif daerah.
Pemkot Mataram terus mendorong lahirnya wirausaha baru melalui program pelatihan, inkubasi bisnis, dan pemberian stimulus non-anggaran. Program ini dirancang untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Lalu Bramantyo Ganeru, menegaskan bahwa upaya ini melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan tetap menjadi prioritas pemerintah kota.
"Program ini masih dalam tahap penguatan serta penyesuaian hingga 2026, dengan Mataram sebagai pusat implementasi kebijakan ekonomi kreatif di tingkat daerah," ujarnya Minggu 5 April 2026.
Menurut Bramantyo, pengembangan UMKM tidak bisa hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Diperlukan dorongan mental kewirausahaan masyarakat agar mampu bertahan dan berkembang secara mandiri.
“Ekonomi kreatif ini tidak semata mengandalkan APBD. Yang paling penting adalah bagaimana memberikan stimulan dan pelatihan agar masyarakat punya jiwa wirausaha dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi,” ucapnya.
Ia menambahkan, membangun jiwa kewirausahaan bukan hal instan, sehingga perlu proses berkelanjutan melalui pelatihan yang tepat sasaran dan dukungan ekosistem usaha yang kondusif.
Target 5.000 UMKM baru disebut sebagai hasil diskusi lintas OPD yang optimistis namun tetap realistis. Bappeda masih melakukan evaluasi terhadap iklim usaha dan capaian program sebelum menetapkan langkah lanjutan.
“Target 5.000 itu tetap kami pegang, tapi kami juga harus realistis melihat kondisi. Kami akan evaluasi bersama OPD dan melaporkan ke pimpinan apakah perlu penyesuaian dengan situasi saat ini,” jelasnya.
Di sisi lain, faktor global turut menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan. Meski Mataram tidak terdampak langsung oleh krisis global, dinamika ekonomi tetap memengaruhi daya beli dan peluang usaha masyarakat.
"Program ini diharapkan tidak hanya menambah jumlah UMKM, tetapi juga menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....