Digitalisasi Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

  • 05 Feb 2026 07:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menunjukkan tren positif pada awal 2026. 

Melalui penguatan digitalisasi, kemudahan akses permodalan, serta pendampingan berkelanjutan, pelaku usaha lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi mulai naik kelas dan memperluas pasar hingga ke luar daerah.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas UMKM semakin ramai di sejumlah ruas strategis, seperti Jalan Nusantara dan Jalan Soekarno-Hatta. 

Beragam usaha bermunculan, mulai dari kuliner, perdagangan kecil, hingga kerajinan lokal yang kini banyak digerakkan oleh generasi Z.

Pemerintah Kabupaten Dompu terus mendorong pelaku UMKM untuk masuk ke pasar digital. 

Pelaku usaha diarahkan memanfaatkan media sosial, marketplace, hingga e-katalog pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagai sarana pemasaran produk.

Selain itu, Pemkab Dompu juga menggelar bimbingan teknis penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta melakukan pendampingan secara berkelanjutan. 

Langkah ini bertujuan memperkuat legalitas usaha sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Pemkab Dompu juga bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk mempermudah akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disertai edukasi pengelolaan keuangan.

Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Dompu, Rosidah, ditemui Kamis, 2 Februari 2926, mengatakan pemerintah daerah fokus mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan legalitas usaha, digitalisasi, pelatihan, serta bantuan sarana dan prasarana, khususnya bagi UMKM perempuan dan pemuda.

“Target kami semakin banyak UMKM Dompu yang naik kelas, memiliki daya saing, dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, pelaku UMKM mengaku omzet penjualan meningkat setelah memasarkan produk secara daring. 

Produk-produk lokal Dompu kini tidak hanya beredar di pasar lokal, tetapi telah menembus pasar luar daerah hingga luar provinsi.

Ori Muhdar, pelaku UMKM di bidang pengembangan Kopi Tambora, mengungkapkan, pemanfaatan media sosial dan marketplace sangat membantu pemasaran produk Kopi Tambora.

“Kenapa memilih marketplace atau media sosial? Karena penjualan dan pemasaran itu lebih gampang dan simple,” ujarnya.

Selain digitalisasi, dukungan akses permodalan dan jaminan pasar turut memperkuat pertumbuhan UMKM. Pemerintah menyiapkan berbagai program, seperti Car Free Day (CFD), pembangunan pusat kuliner, hingga bantuan rombong usaha bagi pelaku UMKM.

Tahun 2026 ini, Pemkab Dompu, akan membangun dua pusat kuliner dan oleh-oleh khas Dompu.

Untuk Food Court, akan dibangun di eks SDN 19 Dompu, belakang Perkantoran Cluster II, sementara untuk pusat oleh-oleh, akan di bangun di Jalan Gajah Mada, Dompu.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan, UMKM Dompu diharapkan terus tumbuh berkelanjutan dan menjadi penggerak utama perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....