Ratusan Ribu UMKM Bergerak, Diskop UKM Loteng Perkuat Pembinaan

  • 04 Feb 2026 13:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Dinas Koperasi dan UKM Lombok Tengah terus memaksimalkan peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Keberadaan UMKM dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus penguatan struktur ekonomi lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Tengah, M. Iksan, mengatakan sektor UMKM berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Lombok Tengah tercatat berada di angka 1,57 persen dari pendapatan rata-rata masyarakat.

“UMKM menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Hampir seluruh sektor ada, mulai dari kuliner, barang, hingga jasa. Struktur usahanya juga sudah terbentuk dengan baik sehingga terus memberi dampak positif bagi daerah,” kata Iksan Rabu, 4 Februari 2026.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini jumlah UMKM di Lombok Tengah mencapai 663.736 unit yang tersebar di berbagai sektor usaha. Dengan potensi tersebut, pemerintah daerah sebagai pembina terus memberikan perhatian serius agar UMKM tetap tumbuh dan berkelanjutan.

“Pemerintah terus menggulirkan bantuan sarana dan prasarana agar UMKM tetap hidup, berkembang, dan mampu bersaing,” tambahnya.

Sebelum itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Tengah, Raden Roro Sri Wahyuningsih, menyampaikan pihaknya bersama dinas terkait terus berupaya mengembangkan dan memasarkan produk UMKM hingga ke pasar nasional dan internasional.

Upaya yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir tersebut mulai membuahkan hasil. Saat ini, sejumlah pelaku UMKM Lombok Tengah telah mampu melakukan ekspor produk secara mandiri ke berbagai negara, seperti kawasan Timur Tengah, Prancis, hingga Vietnam.

“Untuk komoditas ekspor unggulan, sektor kerajinan ketak dan rotan masih mendominasi. Sementara produk tenun masih menghadapi tantangan, salah satunya karena calon pembeli luar negeri belum sepenuhnya memahami fungsi dan penggunaan kain tenun,” jelas Roro.

Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk memperbanyak pelatihan bagi pelaku UMKM guna mendorong peningkatan volume ekspor secara lebih masif.

Selain ekspor mandiri, Roro menambahkan para pelaku UMKM Lombok Tengah juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Mulai dari promosi, pengemasan, hingga pengiriman produk ke konsumen dilakukan secara mandiri oleh para pelaku usaha.

“Melihat semangat dan kemandirian UMKM ini, tahun ini kami berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah platform e-commerce serta kementerian terkait untuk memperluas promosi dan penjualan produk UMKM Lombok Tengah, baik di pasar nasional maupun internasional,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....