Praktisi Usaha Ajak Anak Muda Berani Berwirausaha
- 27 Jan 2026 17:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Perjalanan panjang membangun usaha dari skala rumahan memberi banyak pelajaran berharga bagi Hapsah, salah satu praktisi usaha. Pengalaman tersebut membentuk pandangannya bahwa kewirausahaan bisa menjadi jalan kemandirian, terutama bagi generasi muda yang menghadapi ketatnya persaingan kerja.
Owner Toko Kue 3&4, Hapsah, melihat semakin banyak anak muda yang kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah. Kondisi itu, menurutnya, seharusnya tidak mematahkan semangat, melainkan mendorong keberanian untuk mencoba peluang usaha sendiri.
“Kalau sekarang cari kerja sulit, salah satu jalan memang mencoba usaha,” ujarnya, Selasa 27 Januari 2026.
Ia menilai memulai usaha tidak harus langsung besar atau memiliki modal besar. Langkah kecil yang ditekuni secara konsisten justru bisa menjadi fondasi usaha jangka panjang.
Pengalaman pribadinya membuktikan hal tersebut. Ia memulai dari menitipkan donat dalam jumlah sedikit, lalu perlahan berkembang hingga memiliki toko tetap.
“Namanya usaha itu pasti ada naik turunnya. Kita juga harus siap kalau suatu waktu rugi,” katanya.
Menurutnya, kerugian bukan akhir dari segalanya, tetapi bagian dari proses belajar. Dari situ pelaku usaha bisa mengevaluasi kualitas produk, cara pemasaran, hingga pengelolaan keuangan.
Ia menyarankan generasi muda memilih usaha yang sesuai minat agar lebih mudah bertahan ketika menghadapi tantangan. Ketekunan dinilai jauh lebih penting dibanding sekadar ikut tren sesaat.
Hapsah juga melihat pentingnya dukungan lingkungan dalam membangun usaha. Keluarga dan orang terdekat sering menjadi penyemangat ketika usaha menghadapi masa sulit.
| Baca juga: Ide Usaha dari Rumah Rasa Bintang 5 |
Ia menilai pendidikan kewirausahaan sebaiknya dikenalkan lebih awal, bahkan sejak tingkat sekolah menengah. Pengetahuan dasar tentang usaha dapat membuka pola pikir siswa untuk melihat peluang di sekitar mereka.
“Kalau dari SMA sudah dikenalkan usaha, anak-anak akan lebih siap dan berani mencoba,” tuturnya.
Menurutnya, kegagalan seharusnya tidak ditakuti, karena hampir semua pelaku usaha pernah mengalaminya. Yang terpenting adalah kemauan untuk bangkit dan memperbaiki kekurangan.
Perjalanan usahanya yang telah berlangsung lebih dari dua dekade menjadi contoh bahwa ketekunan dapat membawa hasil. Dari dapur rumah hingga memiliki toko sendiri, proses itu dijalani secara bertahap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....