Merintis Hai.Snacks Dari Kesedihan Menjadi Kesuksesan

  • 20 Jun 2026 06:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pandemi COVID-19 pada tahun 2020 menjadi masa sulit bagi banyak orang. Namun, di balik keterbatasan dan ketidakpastian, lahir kisah inspiratif dari Reni Fatimah, pendiri Hai.Snacks.

Dalam talkshow program Muda Kreatif Pro 2 RRI Mataram denga topik “Viral Itu Usaha, Bukan Kebetulan”, Reni berbagi cerita bahwa bisnisnya berawal dari rasa sedih karena belum dapat menyelesaikan pendidikan magister yang diimpikannya.

Dibalik kesedihan yang dirasakan, Reni memilih bangkit dengan memulai usaha kuliner secara daring. Produk pertama yang dipasarkan adalah bakso aci, makanan yang saat itu belum sepopuler sekarang.

“Awalnya saya mencoba melihat peluang pasar dan menyesuaikan dengan modal yang dimiliki,” ungkap Reni.

Keputusan itu bukan diambil secara instan. Reni melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari riset pasar, menentukan target konsumen usia 16 hingga 35 tahun, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.

Instagram, WhatsApp Business, hingga kolaborasi dengan influencer menjadi modal untuk memperkenalkan Hai.Snacks kepada masyarakat.

Menurutnya, membangun bisnis tidak cukup hanya dengan menjual produk yang sedang tren. Pelaku usaha harus memahami kebutuhan konsumen dan menghadirkan pengalaman yang membuat pelanggan ingin kembali membeli.

Kini, Hai.Snacks tidak hanya dikenal sebagai tempat berburu camilan viral, tetapi juga menjadi wadah bagi produk UMKM lokal. Berawal dari bisnis online, Hai.Snacks berkembang menjadi toko fisik yang berlokasi di Jalan Amir Hamzah no.26, Karang Bedil, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Buka setiap hari pukul 09.00 hingga 22.00 WITA, toko ini menawarkan beragam pilihan produk, mulai dari bakso aci berbagai merek, tahu gejrot, cimol, mi ikan laut, camilan nusantara, aneka kue untuk acara spesial, hingga frozen food.

Perjalanan Hai.Snacks membuktikan bahwa kesuksesan tidak hadir secara tiba-tiba. Di balik sebuah usaha yang viral, ada proses panjang, konsistensi, dan keberanian untuk terus mencoba.

“Viral memang bisa mendatangkan pembeli, tetapi kualitas yang akan membuat mereka datang kembali,” tutup Reni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....