UMKM Mataram Didorong Adaptif dalam Ekonomi Digital

  • 27 Nov 2025 14:59 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Transformasi ekonomi digital yang berkembang pesat mendorong Pemerintah Kota Mataram untuk memperkuat kemampuan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar modern. Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, S.Sos., menilai bahwa adaptasi digital kini menjadi tuntutan utama bagi UMKM agar tidak tertinggal dalam arus persaingan yang semakin kompetitif.

“Promosi dan pemasaran digital sudah menjadi kebutuhan dasar, karena konsumen mencari informasi melalui platform online dan marketplace. UMKM harus siap mengikuti perubahan ini,” jelasnya, Kamis (27/11/2025).

Ia menyebut bahwa banyak pelaku UMKM memiliki produk berkualitas, namun tidak mampu menjangkau pasar yang lebih luas karena masih mengandalkan metode pemasaran konvensional. Padahal, perilaku konsumen modern menuntut pelaku usaha untuk aktif dalam ruang digital.

“Tidak sedikit produk UMKM yang sebenarnya sangat potensial, tetapi kurang terlihat karena mereka tidak memanfaatkan teknologi. Satu konten digital saja bisa memperluas jangkauan pasar,” terangnya.

Menurutnya, kemampuan membaca tren digital menjadi hal penting agar UMKM dapat menentukan strategi pemasaran, memahami kebutuhan pasar, serta menyesuaikan produk dengan permintaan konsumen yang bergerak cepat.

“UMKM harus memahami pola konsumsi dan tren digital supaya mereka bisa menyesuaikan produk dan strategi penjualannya. Ini penting untuk keberlanjutan usaha,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Pemkot Mataram telah menyediakan berbagai pelatihan digital marketing seperti fotografi produk, pembuatan konten, hingga manajemen media sosial agar pelaku UMKM dapat membangun citra merek yang kuat.

“Kami memberikan pelatihan praktis agar UMKM bisa langsung menerapkannya, mulai dari cara membuat konten hingga strategi branding yang efektif,” ujarnya.

Jemmy menilai bahwa penguasaan teknologi tidak hanya berpengaruh pada pemasaran, tetapi juga pada kemampuan UMKM dalam mengelola usaha secara lebih efisien, termasuk pencatatan digital dan layanan pelanggan.

“Dengan teknologi, proses usaha bisa lebih rapi dan terukur, sehingga pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas layanan kepada konsumen,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa persaingan pasar saat ini tidak hanya terjadi di tingkat lokal, tetapi juga antar daerah bahkan antar negara, sehingga pelaku UMKM perlu memahami dinamika digital untuk tetap kompetitif.

“UMKM bersaing dengan banyak produk dari luar daerah, jadi kemampuan digital adalah modal untuk tetap relevan,” tegasnya.

Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan mendesak agar UMKM dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.

“Kalau UMKM tidak segera beradaptasi, mereka akan kesulitan mengikuti perkembangan zaman yang berubah sangat cepat,” ungkapnya.

Dengan dorongan pelatihan dan pendampingan digital yang terus diperkuat, Jemmy optimistis UMKM Kota Mataram dapat berkembang lebih cepat dan memanfaatkan peluang ekonomi digital secara maksimal.

“Kami ingin UMKM Mataram naik kelas dengan kemampuan digital yang kuat agar mereka mampu bersaing dan bertahan dalam jangka panjang,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....