NTB Raih Sejumlah Penghargaan TPID dan TP2DD di Ajang FEKDI x IFSE 2026

  • 29 Sep 2026 20:34 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Sejumlah pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih penghargaan dalam Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan TPID Awards 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat Hario K. Pamungkas mengatakan, capaian tersebut menjadi apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mendorong pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah di NTB.

Menurutnya, pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah merupakan bagian yang saling mendukung dalam memperkuat perekonomian daerah. Digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi tata kelola, memperkuat konektivitas antarpelaku ekonomi, sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

FEKDI x IFSE 2026 diselenggarakan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) di Jakarta International Convention Center (JICC), 24-26 September 2026.

Mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”, kegiatan tersebut disinergikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).

Pada Championship TP2DD 2026, Kota Mataram meraih peringkat ketiga TP2DD Tingkat Kota Terbaik se-Wilayah Nusampua. Sementara Kabupaten Lombok Timur menempati peringkat ketiga TP2DD Tingkat Kabupaten Terbaik se-Wilayah Nusampua.

Pada TPID Awards 2026, TPID Provinsi NTB meraih penghargaan sebagai TPID Provinsi Berkinerja Terbaik ketiga se-Wilayah Nusampua.

Penghargaan juga diraih TPID Kota Mataram dan TPID Kota Bima. TPID Kota Mataram ditetapkan sebagai TPID Kota/Kabupaten Berkinerja Terbaik kedua, sedangkan TPID Kota Bima meraih peringkat ketiga untuk kategori yang sama di Wilayah Nusampua.

Adapun TPID Kabupaten Sumbawa Barat memperoleh apresiasi sebagai TPID Kota/Kabupaten Berprestasi kedua Wilayah Nusampua.

Hario mengatakan penghargaan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mempercepat transformasi digital daerah.

Di NTB, upaya pengendalian inflasi terus diperkuat melalui peningkatan produktivitas dan ketersediaan pangan, kerja sama antardaerah, pemantauan harga, kelancaran distribusi, serta berbagai langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Sejalan dengan penguatan pengendalian inflasi, transformasi ekonomi dan keuangan digital di NTB juga terus berkembang.

Hingga Agustus 2026, transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di NTB mencapai 25.354.679 transaksi atau tumbuh 658,78 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi nominal, transaksi QRIS mencapai Rp2,3 triliun atau tumbuh 487,97 persen (yoy). Jumlah pengguna QRIS di NTB mencapai 604.147 pengguna dengan jumlah merchant sebanyak 502.757 tenant.

Sementara transaksi BI-FAST di NTB pada periode yang sama tercatat sebanyak 10,8 juta transaksi, tumbuh 67,66 persen (yoy), dengan nominal mencapai Rp26,4 triliun atau meningkat 64,95 persen (yoy).

Hario menilai perkembangan transaksi digital tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan infrastruktur pembayaran digital dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di NTB.

Perkembangan digitalisasi NTB tersebut sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Pada Agustus 2026, transaksi ekonomi dan keuangan digital nasional tumbuh 40,36 persen (yoy) menjadi 6,11 miliar transaksi.

Akseptasi QRIS secara nasional mencapai 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant. Sementara volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi dengan nilai Rp1.346 triliun.

FEKDI x IFSE 2026 menjadi ruang untuk memperkuat sinergi kebijakan dan inovasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan digital. Transformasi digital diarahkan tidak hanya pada peningkatan penggunaan teknologi, tetapi juga perluasan akses, peningkatan produktivitas, penguatan konektivitas, serta pemberian manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan perekonomian.

Penguatan tersebut didukung melalui berbagai inisiatif, termasuk Program Pelatihan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) sebagai bagian dari Program Inovasi Digital Indonesia (PIDI), Digital Talent Expo, Program Akselerasi OJK Infinity, Digitalisasi Perlindungan Sosial, serta InaGOV sebagai portal layanan digital Aparatur Sipil Negara (ASN).

FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, 24-26 September 2026, dengan rangkaian seminar, talkshow, showcase inovasi teknologi, digital experience, dan sesi jejaring.

Gelaran tersebut menjadi ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, industri, dan masyarakat dalam mendorong transformasi ekonomi dan keuangan digital yang inklusif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....