FESyar KTI 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp14,7 Miliar dan Wakaf Lampaui Target
- 13 Jul 2026 09:13 WIB
- Mataram
Poin Utama
- FESyar KTI 2026 mencatat capaian transaksi lebih dari Rp14,7 miliar dengan business matching pembiayaan mencapai Rp13,5 miliar, melampaui target Rp11 miliar.
- Penghimpunan wakaf mencapai Rp61,2 juta atau hampir dua kali lipat dari target Rp35 juta, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk halal dan ekonomi syariah.
- Festival melibatkan 189 UMKM dan pelaku usaha syariah dari 22 provinsi dengan program sertifikasi nazir mencapai tingkat kelulusan 100 persen dari 144 peserta serta Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional diikuti 3.223 peserta.
RRI.CO.ID, Mataram – Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 resmi ditutup di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Minggu 12 Juli 2026. Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini mencatat capaian transaksi lebih dari Rp14,7 miliar serta penghimpunan wakaf yang melampaui target.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, mengatakan FESyar KTI 2026 berhasil memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai program strategis yang melibatkan pelaku usaha, pesantren, akademisi, hingga generasi muda dari 22 provinsi di kawasan timur Indonesia.
"Berakhirnya FESyar KTI 2026 bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari upaya bersama untuk mewujudkan peradaban ekonomi dan keuangan syariah yang lebih maju, inklusif, berkelanjutan, serta membawa keberkahan bagi masyarakat," katanya.
Hario menjelaskan, business matching pembiayaan membukukan transaksi sebesar Rp13,5 miliar, melampaui target Rp11 miliar. Sementara business matching penjualan produk UMKM syariah dan industri halal menghasilkan omzet Rp1,2 miliar, lebih tinggi dari target Rp1,1 miliar.
Pada sektor sosial keuangan syariah, penghimpunan wakaf mencapai Rp61,2 juta atau hampir dua kali lipat dibanding target Rp35 juta. Menurut Hario, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk halal dan ekonomi syariah.
FESyar KTI 2026 diikuti 189 UMKM dan pelaku usaha syariah serta melibatkan 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kawasan Timur Indonesia. Festival menghadirkan empat program utama, yakni Syariah Fair, Syariah Education, Syariah Forum, dan Syariah Competition.
Di bidang penguatan sumber daya manusia, program sertifikasi nazir mencatat tingkat kelulusan 100 persen dengan 144 peserta dinyatakan kompeten. Sementara Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional diikuti 3.223 peserta, melampaui target awal sebanyak 2.600 peserta.
Mewakili Pemerintah Provinsi NTB, Sekretaris Daerah NTB Abul Chair mengatakan penutupan FESyar hanya mengakhiri rangkaian seremonial. Menurut dia, kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah harus terus berlanjut. "Yang kita tutup hari ini hanyalah seremoninya. Kolaborasi, inovasi, dan ikhtiar membangun ekonomi syariah tidak boleh berhenti," ujarnya.
Abul menilai ekonomi syariah kini berkembang menjadi sektor yang semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi pilar pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan. Ia juga mengajak pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, memperkuat sertifikasi halal, memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas akses pasar agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, semangat kolaborasi yang terbangun selama penyelenggaraan FESyar KTI 2026 menjadi modal penting menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang akan digelar di Jakarta pada Oktober mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....